Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) meninjau langsung pelaksanaan penyaluran bantuan pangan beras bagi masyarakat di Kota Padang, Sumatra Barat. Penyaluran bantuan ini ditujukan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus menstabilkan harga komoditas pangan pokok di pasar.
Bantuan pangan beras tersebut disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 4. Setiap keluarga mendapatkan alokasi beras sebanyak 10 kilogram per bulan untuk alokasi Oktober hingga Desember, yang disalurkan secara langsung (dirapel) sekaligus sebesar 30 kilogram per keluarga.
"Untuk 33,2 juta kepala keluarga desil 1 sampai desil 4, masing-masing akan dapat 10 kilo Oktober, November 10 kilo, Desember 10 kilo, dirapel sekaligus 30 kilo. Totalnya hampir 1 juta ton beras." kata Zulkifli Hasan, dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Selasa, 3 November 2026.
Secara nasional, program bantuan pangan ini menyasar sebanyak 33,2 juta kepala keluarga dengan total pasokan mendekati 1 juta ton beras. Khusus di wilayah Sumatra Barat, bantuan beras tersebut menjangkau sekitar 600 ribu keluarga penerima manfaat.
Baca Juga :
Bulog Maluku Pastikan Stok Beras Aman hingga Akhir TahunZulhas menjelaskan, penyaluran beras bantuan yang dirapel untuk tiga bulan sekaligus ini bertujuan memberikan ketenangan stok pangan bagi masyarakat penerima tanpa harus terbebani biaya transportasi pengambilan berkali-kali.
"Agar masyarakat penerima bisa tenang dan kalau mendesak persediaan di rumah habis bisa langsung diambil," ucap Zulhas.
Selain penyaluran beras bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah langkah strategis lainnya untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Langkah tersebut meliputi penggelontoran subsidi beras di pasar tradisional, pengaturan alokasi bahan baku tepung bagi pelaku industri olahan dan kue, hingga pemenuhan pasokan jagung bagi peternak untuk menekan biaya pakan ternak.
Rangkaian kebijakan terintegrasi ini diharapkan dapat memperkuat pasokan, meredam fluktuasi harga bahan pokok, serta memberikan bantalan ekonomi yang kokoh bagi masyarakat berpenghasilan rendah.




Komentar (0)