Dikutip dari situs resmi Toyota, teknologi hybrid terbaru tersebut ditargetkan mampu meningkatkan efisiensi bahan bakar lebih dari 15 persen dibandingkan sistem sebelumnya. Pengembangan ini menjadi bagian dari strategi multi-pathway perusahaan untuk menghadirkan beragam pilihan teknologi elektrifikasi sesuai kebutuhan dan kondisi setiap pasar.
Para insinyur pabrikan mengembangkan dua pilihan mesin 1.500 cc, yakni naturally aspirated (NA) dan turbocharged. Keduanya dirancang sejak awal untuk mendukung sistem elektrifikasi, bukan sekadar mengadaptasi mesin bensin konvensional yang sudah ada. Mesin Hybrid 1.500 cc Dikembangkan dari Awal Toyota menjelaskan pengembangan teknologi hybrid terbaru dilakukan dengan merancang mesin, sistem hybrid, dan komponen elektronika daya sebagai satu kesatuan. Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan efisiensi kerja seluruh sistem penggerak.
Mesin 1.500 cc naturally aspirated dikembangkan untuk mencakup rentang performa yang saat ini dilayani mesin 1.800 cc hybrid dan mesin tiga silinder 1.500 cc yang digunakan pada sejumlah modelnya.
Baca Juga :
Beda Toyota Innova Zenix Versi India dan IndonesiaSelain mesin baru, pabrikan juga mengembangkan motor listrik dan unit kontrol daya dengan dimensi lebih kecil serta bobot lebih ringan. Integrasi komponen yang lebih rapat diharapkan mampu mengurangi kehilangan energi selama proses penyaluran tenaga. Konsumsi BBM Ditargetkan Lebih Irit 15 Persen Salah satu target utama pengembangan sistem hybrid terbaru ini adalah meningkatkan efisiensi bahan bakar lebih dari 15 persen.
Toyota menyebut peningkatan tersebut akan didukung sejumlah penyempurnaan teknis, mulai dari pengurangan gesekan mekanis, peningkatan pengelolaan suhu, pengurangan kehilangan energi listrik, hingga penurunan hambatan aerodinamika.
Dengan kombinasi tersebut, Toyota menargetkan sistem hybrid generasi terbaru dapat menawarkan efisiensi lebih baik tanpa mengabaikan kebutuhan performa kendaraan. Dapat Digunakan pada Platform Kendaraan Berbeda Teknologi hybrid terbaru ini dikembangkan untuk dapat diintegrasikan ke dalam platform multi-pathway. Platform tersebut dirancang agar dapat digunakan untuk kendaraan listrik berbasis baterai (BEV), hybrid (HEV), maupun plug-in hybrid (PHEV).
Toyota menyebut penggunaan arsitektur dasar yang sama memungkinkan setiap jenis kendaraan mempertahankan performa dan kemampuan masing-masing tanpa harus mengorbankan desain eksterior, ruang kabin, maupun fungsionalitas kendaraan.
Baca Juga :
Pilihan Mobil Toyota Bekas Harga Rp100 JutaanDimensi mesin dan sistem hybrid yang lebih rendah serta ringkas juga memberikan keleluasaan bagi tim desain. Kap mesin dapat dibuat lebih rendah sehingga menghasilkan proporsi kendaraan yang lebih dinamis.
Pendekatan tersebut memungkinkan Toyota mengembangkan berbagai jenis kendaraan dengan karakter desain berbeda, tetapi tetap menggunakan basis platform yang sama. Tekan Biaya Produksi dan Tingkatkan Fleksibilitas Penggunaan arsitektur bersama untuk kendaraan BEV, HEV, dan PHEV juga ditujukan untuk meningkatkan skala ekonomi. Toyota dapat membagi investasi pengembangan teknologi dan produksi ke dalam volume kendaraan yang lebih besar.
Selain berpotensi menekan biaya pengembangan dan produksi, sistem tersebut memungkinkan fasilitas manufaktur menyesuaikan komposisi produksi kendaraan berdasarkan permintaan konsumen di setiap pasar.
Dengan demikian, Toyota dapat meningkatkan fleksibilitas produksi tanpa mengurangi performa maupun kemampuan masing-masing jenis kendaraan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Toyota Kembangkan Teknologi Hybrid Baru, Konsumsi BBM Diklaim Lebih Irit 15 Persen Klik untuk baca: https://www.medcom.id/otomotif/mobil/yNLZpp2k-toyota-kembangkan-teknologi-hybrid-baru-konsumsi-bbm-diklaim-lebih-irit-15-persen
(UDA)






Komentar (0)