Jakarta (ANTARA) - Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI) menyiapkan program pembinaan melalui enam klaster wilayah untuk menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi kejuaraan internasional.
Ketua Umum PP KBI Ngatino mengatakan program yang direncanakan mulai berjalan pada 2027 tersebut akan menggunakan sistem penjaringan berbasis camp atau sasana, sehingga atlet dari berbagai daerah memiliki kesempatan mengikuti seleksi secara terbuka.
"Kita buat enam klaster atau enam region. Nanti kita adakan kegiatan antarcamp. Jadi, kita menggali potensi dari bawah, seperti audisi," kata Ngatino seusai konferensi pers Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa.
Enam klaster tersebut mencakup wilayah Jawa yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Jawa Barat, DKI, Banten, kemudian Yogyakarta dan Semarang, serta Surabaya, Bali, NTB, NTT. Selanjutnya, klaster Sumatera, klaster Kalimantan, dan klaster Sulawesi dan wilayah sekitarnya, termasuk Papua.
Setiap klaster akan melibatkan sejumlah provinsi dan camp yang berada di wilayah tersebut. Atlet yang mengikuti seleksi kemudian akan bersaing untuk mendapatkan tempat sebagai wakil terbaik dari masing-masing klaster.
Baca juga: PP KBI sayangkan kickboxing tak dipertandingkan pada SEA Games 2027
PP KBI menargetkan dapat menjaring sekitar 10 atlet terbaik dari setiap klaster sehingga terkumpul sekitar 60 atlet potensial dari seluruh Indonesia, yang selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk mengikuti kejuaraan nasional yang menjadi tahap lanjutan penjaringan.
"Dari 60 atlet ini mungkin kita ambil sekitar 15 sampai 20 yang terbaik. Mereka akan kita siapkan untuk mengikuti kejuaraan internasional," ujar Ngatino.
Para atlet terpilih nantinya akan mendapatkan pembinaan khusus dengan fokus pada peningkatan kemampuan dan kesiapan menghadapi persaingan di level profesional maupun internasional.
Untuk mendukung program tersebut, PP KBI juga menjajaki kemungkinan mendatangkan pelatih asing guna meningkatkan kualitas pembinaan. Salah satu negara yang menjadi pertimbangan adalah Kazakhstan.
"Rencananya begitu, pelatih khusus akan kita ambil dari luar negeri. Kita sudah menjajaki beberapa negara, salah satunya Kazakhstan," kata Ngatino.
Selain pembinaan, PP KBI juga akan menerapkan sistem penilaian berbasis poin bagi atlet profesional. Sistem tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan atlet yang diprioritaskan mengikuti kejuaraan internasional dan ajang multievent.
Baca juga: Kejurnas Kickboxing 2026 diikuti 250 atlet dari 23 provinsi
Ketua Umum PP KBI Ngatino mengatakan program yang direncanakan mulai berjalan pada 2027 tersebut akan menggunakan sistem penjaringan berbasis camp atau sasana, sehingga atlet dari berbagai daerah memiliki kesempatan mengikuti seleksi secara terbuka.
"Kita buat enam klaster atau enam region. Nanti kita adakan kegiatan antarcamp. Jadi, kita menggali potensi dari bawah, seperti audisi," kata Ngatino seusai konferensi pers Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa.
Enam klaster tersebut mencakup wilayah Jawa yang dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Jawa Barat, DKI, Banten, kemudian Yogyakarta dan Semarang, serta Surabaya, Bali, NTB, NTT. Selanjutnya, klaster Sumatera, klaster Kalimantan, dan klaster Sulawesi dan wilayah sekitarnya, termasuk Papua.
Setiap klaster akan melibatkan sejumlah provinsi dan camp yang berada di wilayah tersebut. Atlet yang mengikuti seleksi kemudian akan bersaing untuk mendapatkan tempat sebagai wakil terbaik dari masing-masing klaster.
Baca juga: PP KBI sayangkan kickboxing tak dipertandingkan pada SEA Games 2027
PP KBI menargetkan dapat menjaring sekitar 10 atlet terbaik dari setiap klaster sehingga terkumpul sekitar 60 atlet potensial dari seluruh Indonesia, yang selanjutnya akan dibawa ke Jakarta untuk mengikuti kejuaraan nasional yang menjadi tahap lanjutan penjaringan.
"Dari 60 atlet ini mungkin kita ambil sekitar 15 sampai 20 yang terbaik. Mereka akan kita siapkan untuk mengikuti kejuaraan internasional," ujar Ngatino.
Para atlet terpilih nantinya akan mendapatkan pembinaan khusus dengan fokus pada peningkatan kemampuan dan kesiapan menghadapi persaingan di level profesional maupun internasional.
Untuk mendukung program tersebut, PP KBI juga menjajaki kemungkinan mendatangkan pelatih asing guna meningkatkan kualitas pembinaan. Salah satu negara yang menjadi pertimbangan adalah Kazakhstan.
"Rencananya begitu, pelatih khusus akan kita ambil dari luar negeri. Kita sudah menjajaki beberapa negara, salah satunya Kazakhstan," kata Ngatino.
Selain pembinaan, PP KBI juga akan menerapkan sistem penilaian berbasis poin bagi atlet profesional. Sistem tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan atlet yang diprioritaskan mengikuti kejuaraan internasional dan ajang multievent.
Baca juga: Kejurnas Kickboxing 2026 diikuti 250 atlet dari 23 provinsi






Komentar (0)