Jelang Nataru, Pelni Perkuat Kesiapan Hadapi Cuaca Buruk

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memperkuat pemantauan kondisi cuaca dan koordinasi dengan otoritas pelabuhan serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memastikan keselamatan pelayaran selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

Ditto Pappilanda Sekretaris Perusahaan PT Pelni mengatakan, kesiapan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi cuaca buruk dan gelombang tinggi yang biasanya meningkat saat memasuki musim hujan pada Desember.

“Dalam menghadapi Nataru, khususnya cuaca mungkin yang sudah mulai musim hujan, dari sisi operasional kami itu kami selalu berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan BMKG untuk memperhatikan kondisi pelayaran dari sisi cuaca sepanjang pelayaran yang akan dilewati kapal,” katanya, Selasa (3/11/2026).

Sebelum kapal diberangkatkan, ia memastikan bahwa setiap nahkoda wajib memperhatikan kondisi cuaca di sepanjang jalur pelayaran yang akan dilalui.

Selain itu, ia mengatakan bahwa perusahaan juga memiliki operation room di kantor pusat yang berfungsi sebagai ruang komando untuk memantau kondisi cuaca di seluruh perairan Indonesia.

Ditto menyebut, dengan konstruksi kapal yang cukup besar, armada Pelni masih mampu menghadapi gelombang setinggi 2 hingga 4 meter.

“Konstruksi kapal juga yang cukup besar, Insyaallah kita bisa melewati perubahan cuaca kurang lebih dengan gelombang 2 sampai 4 meter lah. Itu masih aman untuk kapal Pelni,” ucapnya.

Meski demikian, ia menegaskan, pemantauan kondisi cuaca dan koordinasi dengan pihak terkait tetap menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan penumpang selama masa angkutan Nataru.

“Jadi, Insyaallah selama setiap nahkoda itu menjalani prosedur dengan benar, selalu berkoordinasi dengan stakeholder di pelabuhan dan memperhatikan kondisi cuaca di sepanjang pelayarannya, mudah-mudahan pelayaran berjalan dengan aman,” pungkasnya.(ris/ipg)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Kuasai 43% Pasokan Batu Bara Global, Bahlil Putuskan Rem Produksi
• 1 jam lalu
0
thumb
Pihak Betrand Peto Ungkap Kemungkinan Kasus Disetop, Kuasa Hukum ANW Singgung Penetapan Tersangka
• 7 jam lalu
0
thumb
12 Santriwati dan 4 Ustazah Sempat Dibawa Polisi dari Ponpes Sukoharjo, Ini Kronologinya
• 18 jam lalu
0
thumb
Melbourne Victory Terkejut Bobotoh Invasi Australia, Beri Jatah Tiket Tambahan untuk Persib
• 11 jam lalu
0
thumb
Menteri UMKM Jelaskan Soal Pajak Warteg, Omzet di Bawah Rp 500 Juta Bebas Pajak
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.