Kubu Gibran ke Anak Buah AHY: Jangan Coba-coba Ancam Wapres Mundur atau Dimundurkan

wartaekonomi.co.id
13 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, yang menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki pilihan mundur atau dimundurkan setelah putusan Mahkamah Agung (MA), memancing reaksi keras dari pendukung Jokowi dan Gibran.

Ketua Perkumpulan Anak Jokowi (PAJO), Fritz Alor Boy, bahkan melayangkan peringatan agar Jansen tidak lagi melontarkan pernyataan bernada ancaman terhadap posisi Gibran.

Fritz mengingatkan bahwa pendukung Jokowi dan Gibran selama ini cenderung memilih diam. Namun, kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh dianggap sebagai tanda bahwa mereka tidak akan bereaksi apabila tokoh yang didukung terus mendapat tekanan.

Baca Juga: PSI Sindir Demokrat Ingin Makzulkan Prabowo-Gibran Sekaligus: Cuman Malu-malu

"Saya ingatkan kepada Anda, hei Jansen Sitindaon. Jangan Anda ancam. Sekali lagi jangan coba-coba Anda ancam Wapres Gibran mundur atau dimundurkan," kata Fritz, dikutip Selasa (3/11/2026).

Ia juga meminta Jansen berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan. Fritz menilai, ucapan yang dianggap sebagai ancaman terhadap Gibran berpotensi memancing reaksi dari masyarakat yang selama ini mendukung Jokowi maupun pasangan Prabowo-Gibran.

"Pendukung Pak Jokowi, pendukung Wapres Gibran lagi diam. Jangan Anda korek. Sekali lagi kalau Anda berani mengorek mengancam jangan salah kalau masyarakat ancam Anda juga," ujarnya.

Fritz kemudian mengungkit besarnya dukungan elektoral yang diperoleh Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024. Ia menyebut sekitar 98 juta suara sebagai representasi masyarakat yang memilih pasangan tersebut. 

Baca Juga: PDIP: Gibran Bertahan sebagai Wapres Hanya akan Jadi Bahan Tertawaan Publik

"Jangan salah kalau jutaan masyarakat yang memilih Prabowo Gibran yaitu 98 juta suara. Khususnya yang mendukung Gibran dan mendukung Pak Jokowi buka suara, lalu mendatangi Anda, ya," lanjut dia.

Ia pun menegaskan masyarakat tidak seharusnya mendapat tekanan atau gertakan hanya karena menyampaikan dukungan terhadap seorang pemimpin. 

"Jadi jangan Anda ancam, jangan Anda gertak. Masyarakat punya hak, masyarakat yang memilih, masyarakat punya hak. Jangan Anda ancam," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Fritz menegaskan bahwa PAJO masih memandang Gibran sebagai wakil presiden yang memperoleh mandat rakyat dan harus menjalankan tugasnya hingga masa jabatan berakhir pada 2029.

"Bagi kami, Mas Gibran adalah wapres kami sampai 2029. Karena itu, sekali lagi, jangan Anda coba-coba melawan," tutupnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Daftar Negara yang Bebaskan Pajak Pembalut
• 23 jam lalu
0
thumb
KPK Tak Tunggu Balasan TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit dalam Kasus BNPB
• 13 jam lalu
0
thumb
Piala Asia 2027 Mundur ke Akhir Tahun, Ini Plus Minus untuk Timnas Indonesia
• 34 menit lalu
0
thumb
Nama Ahmad Dhani Disebut di Sidang Kasus Bea Cukai, Begini Respons KPK
• 21 jam lalu
0
thumb
Febrie: Saya Tak Pernah Bicara dengan Tan Kian, Apalagi Sampai Tawar-menawar Rp 50 M
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.