Pertalite Bakal Diimpor dari China dan India, Kapan Mulai?

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
PT Pertamina Patra Niaga memastikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite tersedia di 7.516 SPBU atau sebanyak 97% dari total 7.751 SPBU Pertamina di seluruh wilayah Indonesia. (Sumber: Dok. Pertamina)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Rencana impor Pertalite dari China dan India mulai disiapkan pemerintah untuk menambah sumber pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan PT Pertamina Patra Niaga akan mendatangkan Pertalite dari kedua negara tersebut sebagai bagian dari diversifikasi pemasok.

Meski komunikasi dengan calon negara pemasok sudah dilakukan, pemerintah belum menyampaikan tanggal pasti dimulainya impor. Kebijakan tersebut masih membutuhkan penyelesaian aturan teknis dan tahapan pelaksanaan.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan pemerintah tengah merampungkan peraturan menteri sebagai tindak lanjut peraturan presiden.

Aturan itu akan mengatur mekanisme hingga tata kelola impor oleh Pertamina Patra Niaga.

"Sedang kita sempurnakan permen-nya, ini masih membutuhkan tahapan-tahapan untuk bisa berjalan," kata Laode, Senin (2/11) dikutip dari Antara.

Baca Juga: Insentif Pajak sampai Rp10 Juta, Pemerintah Tanggung PPh untuk Pekerja di Sektor Ini, Apa Saja?

Impor dari China dan India Masih Disiapkan

Rencana mendatangkan Pertalite dari China dan India merupakan upaya pemerintah memperluas negara pemasok BBM. Sebelumnya, pasokan impor Pertalite berasal dari Singapura.

Laode membenarkan adanya rencana pengadaan dari dua negara tersebut. Menurut dia, pemerintah ingin mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber pasokan dengan mencari alternatif negara pemasok lainnya.

"Iya, kan sebelumnya diimpor juga dari negara yang satu itu kan (Singapura), nah ini kita cari diversifikasi dari negara lain," ujar Laode.

Ia juga memastikan komunikasi dengan calon pemasok telah berlangsung. Namun, pemerintah masih menyiapkan ketentuan yang diperlukan sebelum skema diversifikasi tersebut diterapkan.

"Iya sudah ada komunikasi terkait dengan itu," katanya.

Kapan Impor Pertalite Mulai Berjalan?

Pelaksanaan impor Pertalite dari China dan India masih menunggu penyelesaian peraturan menteri.

Regulasi tersebut akan menjadi pedoman teknis setelah terbitnya peraturan presiden, terutama untuk mengatur tahapan, mekanisme, dan tata kelola pengadaan oleh Pertamina Patra Niaga.

Selama persiapan berlangsung, impor Pertalite yang sudah berjalan tetap dilaksanakan menggunakan mekanisme yang berlaku saat ini.

Baca Juga: Batas Gaji Penerima BSU 2026 Tak Selalu Rp3,5 Juta, Begini Hitungannya

Pemerintah menyiapkan tahapan berikutnya sembari menyelesaikan aturan pelaksanaan.

"Sekarang masih berjalan. Sekarang kita sedang siapkan tahapan-tahapan menuju ke implementasi. Jadi setelah perpres kan harus ada permen untuk merinci secara detail tahapannya seperti apa, mekanismenya seperti apa," jelas Laode.

Kementerian ESDM menyiapkan diversifikasi tersebut untuk memperluas sumber pengadaan Pertalite. Pemerintah menargetkan keberagaman pemasok dapat mengurangi ketergantungan terhadap satu negara dan memperkuat ketahanan pasokan energi nasional.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Danang Suryo Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pertalite
  • impor
  • china
  • india
  • pertamina
  • spbu
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rencana Ekspor SDA 2027, Bahlil Koordinasi dengan DSI
• 1 jam lalu
0
thumb
Tanah Terkikis di Jalur Rel di Jember Ganggu Lima Perjalanan Kereta Api
• 21 jam lalu
0
thumb
LPPOM Soroti Pentingnya Bangun Ekosistem Halal di Industri Bakso, Gandeng Pemasok dan Pelaku UMKM
• 11 jam lalu
0
thumb
Gibranisti Bocorkan Sikap Gibran soal Putusan MA terkait Suket, Singgung Cocoklogi hingga Bim Salabim
• 2 jam lalu
0
thumb
Longsor Terjang Dua Kecamatan di Blitar, Satu Rumah Rusak dan Bangunan Lain Terancam
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.