Pembatasan itu disampaikan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ke PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pengelola JIS.
IDXChannel - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan membatasi pelaksanaan konser di Jakarta Internasional Stadium (JIS). Pasalnya, stadion tersebut akan diprioritaskan sebagai kandang Persija Jakarta.
Pembatasan itu disampaikan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ke PT Jakarta Propertindo (JakPro) selaku pengelola JIS.
"JIS tetap sebagai kandang utamanya Persija, supaya ini juga tidak diartikan macam-macam, JIS tetap menjadi kandang utamanya Persija," kata Pramono, Selasa (3/11/2026).
Adapun, kualitas rumput lapangan JIS sempat dikritik oleh pelatih Persija Jakarta Shin Tae-yong dan pemainnya, Rizki Ridho usai laga melawan Persik Kediri pada Senin (26/10). Keduanya mengeluhkan kondisi rumput lapangan yang dinilai menyulitkan aliran bola.
Sebelum laga Persija vs Persik, JIS diketahui menggelar dua konser besar, yakni The Weeknd pada 26-27 September dan Avenged Sevenfold pada 10 Oktober.
Bagi Pramono pemulihan kondisi rumput JIS setelah digunakan untuk konser kini berlangsung lebih cepat. JakPro dia sebut hanya membutuhkan waktu satu minggu atau paling lama dua minggu untuk melakukan perbaikan rumput.
"Karena sekarang ini rumput di JIS itu paling lama 2 minggu setelah pertandingan itu bisa digunakan. Kemarin ketika yang sempat ada kritik dari Rizky Ridho maupun Shin Tae-yong, itu sebenarnya 1 minggu setelah acara konser," kata dia.
"Sekarang ini sudah ada jaminan bahwa 2 minggu dari konser pasti sudah bisa digunakan untuk pertandingan," lanjutnya.
Pramono menegaskan pihaknya akan menerapkan pembatasan terhadap penyelenggaraan konser di stadion tersebut. Hal ini untuk memberikan rasa nyaman bagi Persija Jakarta saat melakukan pertandingan di kandang sendiri.
"Konser-konser yang sekarang ini banyak yang ingin menggunakan JIS, tentunya kami akan melakukan pembatasan, enggak semua konser bisa dilakukan, karena apapun, saya tetap meminta kepada JakPro bahwa JIS adalah kandangnya Persija," kata Pram.
(Nur Ichsan Yuniarto)






Komentar (0)