Ceritakan Momen Peluk Dwi Bagus Usai Pra-Rekonstruksi, Istri Sah Titip Pesan yang Menguras Air Mata

beritajatim.com
9 jam lalu
Cover Berita

Madiun (beritajatim.com) – Tidak ada yang mudah bagi Martha Amalia Iflahah (34) ketika harus berhadapan dengan suaminya, Dwi Bagus Martono (40), yang kini menjadi tersangka pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4).

Di tengah luka dan kenyataan pahit yang harus diterimanya, Martha justru menyempatkan diri memeluk sang suami. Pertemuan itu berlangsung saat pra-rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut di Madiun, Selasa (27/10/2026). Dwi Bagus saat itu telah mengenakan baju tahanan.

Dengan air mata yang tak terbendung, Martha menitipkan pesan agar suaminya berani menghadapi konsekuensi dari perbuatannya. Dia tidak ingin Dwi Bagus lari dari tanggung jawab, apalagi mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup.

Cerita di balik pertemuan emosional itu baru disampaikan Martha kepada awak media dalam konferensi pers di Hotel Mercure Madiun, Senin (2/11/2026).

Martha mengungkapkan, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya ketika bertemu sang suami adalah meminta Dwi Bagus tetap kuat dan bersandar kepada Tuhan.

“Kalimat pertama yang saya sampaikan ke suami saya adalah, ‘Brave, Ya Allah, brave. Oke.’ Jadi saya pengin suami saya itu berani bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan. He must hold on something. Allah,” ungkap Martha.

Baginya, Dwi Bagus harus memiliki pegangan yang kuat kepada Tuhan. Bukan untuk menghindari hukuman, melainkan agar memiliki keberanian menghadapi dan mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukan.

Di tengah pertemuan itu, Dwi Bagus sempat menanyakan kabar kedua orang tua Martha. Sang istri kemudian menyampaikan bahwa bapak dan ibunya telah memaafkan Dwi Bagus.

Mendengar jawaban tersebut, Dwi Bagus disebut langsung tersungkur sembari menyebut, “Ayah.”

Martha mengaku bersyukur. Sebab, ketika dirinya merasa menjadi pihak yang ikut terluka dan harus menanggung beban dari perkara yang tidak dilakukannya, orang-orang di sekitarnya justru menunjukkan kepedulian.

Bahkan, mereka tidak hanya memberikan dukungan kepada Martha, tetapi juga mendoakan Dwi Bagus agar diberi ketenangan hati selama menjalani proses hukum.

“Di saat saya merasa, kenapa sih saya yang dikorbankan? Kenapa saya disakiti? Bahkan dalam perkara hukum ini saya merasa saya yang berada di paling depan untuk ikut bertanggung jawab, untuk hal-hal yang tidak saya lakukan pun. Tapi ternyata orang-orang sekitar saya malah, ‘Dimaafkan ya, Mbak.’ Setiap salat didoakan, semoga Mas Bagus ditenangkan hatinya agar bisa menjalani proses hukum dengan lancar,” tuturnya.

Tak Ingin Suami Mengakhiri Hidup

Ada satu pesan lain yang secara khusus disampaikan Martha kepada suaminya. Di tengah perkara berat yang menjerat Dwi Bagus, dia tidak ingin sang suami kehilangan harapan hingga nekat mengakhiri hidup di dalam tahanan.

Martha mengingatkan bahwa kematian merupakan sesuatu yang pasti dialami setiap manusia. Karena itu, suaminya tidak perlu takut menghadapi apa pun putusan hukum yang nantinya dijatuhkan.

“Kamu jangan takut mati. Semua manusia mati. Aku pun kalau mati lebih dulu itu juga mungkin terjadi,” kata Martha menirukan ucapannya kepada sang suami.

Dia berharap Dwi Bagus bisa menerima segala konsekuensi hukum atas perbuatannya. Baginya, keberanian menghadapi hukuman merupakan bagian dari tanggung jawab yang harus dijalani.

Bahkan, Martha secara terang-terangan meminta suaminya tidak bunuh diri. Dia mengingatkan bahwa kehidupan yang masih dimiliki Dwi Bagus merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri dan bertaubat.

“Kamu jangan bunuh diri di sana. Kalau kamu bunuh diri nanti kamu tidak akan terlahir kembali sebagai manusia. Kamu masih punya kesempatan hidup untuk bertaubat. Manfaatkan untuk itu,” imbuhnya.

Pesan itu menjadi bagian paling berat sekaligus emosional dari pertemuan keduanya. Di tengah luka yang belum tentu mudah disembuhkan, Martha masih berharap suaminya mampu menjalani proses hukum hingga tuntas.

Dia ingin Dwi Bagus tetap hidup, berani menghadapi akibat perbuatannya, dan menggunakan sisa kesempatan hidup untuk bertaubat. (rbr/aje)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Fajar Sadboy Kelilit Pinjol di Pay Later 2, Sampai Berantem dengan Amanda Manopo di Atas Genteng
• 20 jam lalu
0
thumb
Deretan Artis Beri Dukungan ke Raffi Ahmad, Ada Zaskia Sungkar Hingga Irfan Hakim
• 15 jam lalu
0
thumb
Eka Lestari Sinaga Dorong Lahirnya Generasi Pemimpin Energi Masa Depan
• 17 jam lalu
0
thumb
Dolar AS Stabil, Euro Menguat dan Yen melemah
• 7 jam lalu
0
thumb
Listyo Sigit Prabowo Sidak Koperasi Merah Putih Cakung, Pastikan Obat dan Barang Subsidi Tersedia
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.