New York: Dolar AS cenderung stabil terhadap mata uang utama lainnya pada Senin, 2 November 2026. Hal ini seiring pasar mata uang bersiap menghadapi pemilihan paruh waktu AS yang dapat mengubah kebijakan pengeluaran federal serta tekanan regulasi.
Euro masih tertekan oleh kekhawatiran terkait utang Prancis, sementara yen Jepang berada di dekat zona intervensi.
Dikutip dari Investing, Selasa, 3 November 2026, indeks dolar AS turun 0,1 persen ke level 101,75. Mata uang utama lainnya menunjukkan pergerakan terbatas menjelang pemilihan paruh waktu AS, dengan para pelaku pasar menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai peta kekuatan di Kongres.
Ekspektasi bsuku bunga AS mungkin kembali naik sebelum akhir tahun memberikan dukungan, sementara ketidakpastian hasil pemilihan umum membuat prospek kebijakan fiskal dan sentimen investor dalam jangka pendek menjadi sulit diprediksi. Yen menguji zona intervensi Yen Jepang melemah tipis ke level 157,91 per dolar. Menyusul keputusan Bank of Japan (BOJ) pekan lalu untuk mempertahankan suku bunga di angka 1,25 persen, yen kini terjepit di antara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang lebih tinggi dan ancaman intervensi yang kian nyata.
Para ahli strategi valas mencatat kisaran 158,00–158,50 tetap menjadi zona kritis bagi potensi intervensi pada pasangan mata uang USD/JPY. Tanpa sinyal pengetatan kebijakan yang agresif dari BOJ, yen akan tetap sangat sensitif terhadap fluktuasi kurva imbal hasil AS.
Euro menguat 0,3 persen menjadi USD1,1191, mencatatkan pemulihan moderat setelah sempat turun ke level USD1,1237 pada awal sesi perdagangan. Namun, euro tetap berada di bawah tekanan struktural menyusul keputusan Fitch pada hari Jumat untuk merevisi prospek kredit Prancis dari stabil menjadi negatif, dengan alasan dinamika utang yang memburuk.
Baca Juga :
Wall Street Meredup, Nasdaq Melemah Seiring Merosotnya Sektor Teknologi(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Minyak tetap menjadi pusat perdagangan makro, memberikan pengaruh kuat terhadap euro maupun yen menjelang rilis data ketenagakerjaan (payrolls) AS pada Jumat.
Tingginya harga acuan minyak mentah telah mempersulit upaya Bank Sentral Eropa (ECB) dalam menangani inflasi, sehingga membatasi potensi kenaikan euro, bahkan setelah ECB memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya minggu lalu. Pemilihan paruh waktu dan data makro menjadi sorotan Perhatian kini tertuju pada Capitol Hill. Pemilihan paruh waktu AS tahun 2026 akan berlangsung pada 3 November, dengan memperebutkan 435 kursi di DPR dan 35 kursi di Senat. Pasar prediksi sangat mengunggulkan Partai Demokrat untuk memenangkan DPR, dengan peluang sekitar 70 persen bagi partai tersebut untuk menguasai kedua majelis.
Kemenangan telak Partai Demokrat dapat meningkatkan tekanan regulasi terhadap perusahaan AI, bank, dan perusahaan mata uang kripto, sekaligus membatasi ekspansi fiskal lebih lanjut. Sebaliknya, jika Kongres terpecah atau dikuasai oleh Partai Republik, ekspektasi terkait perdebatan mengenai batas utang AS di masa mendatang kemungkinan akan berubah.
Dalam jangka pendek, lembaga-lembaga keuangan (institutional desks) terus memantau indikator makroekonomi dengan saksama. Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur dari Institute for Supply Management (ISM) untuk bulan Oktober telah dirilis pada Senin, menjelang laporan ketenagakerjaan, yang diperkirakan akan membentuk ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan Federal Reserve berikutnya.





Komentar (0)