Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Minyak, Soroti Ancaman Eskalasi Perang Iran

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Para ahli strategi Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah mereka.

Goldman Sachs Naikkan Proyeksi Harga Minyak, Soroti Ancaman Eskalasi Perang Iran. (Foto: AP)

IDXChannel - Para ahli strategi Goldman Sachs menaikkan proyeksi harga minyak mentah mereka. Eskalasi konflik dapat menghambat pasokan dari Timur Tengah secara signifikan.

Dilansir dari Investing pada Selasa (3/11/202), mereka menaikkan proyeksi harga minyak Brent untuk Desember 2026 dari USD90 menjadi USD105 per barel.

Baca Juga:
Harga Minyak Jatuh 7 Persen, Harapan Damai AS-Iran Tekan Premi Perang

Selain itu, proyeksi untuk West Texas Intermediate (WTI) juga naik dari USD81 menjadi USD94 per barel. 

Prakiraan rata-rata untuk 2027 juga direvisi naik, dari USD80 menjadi USD88 per barel untuk Brent, dan dari USD73 menjadi USD78 per barel untuk WTI.

Baca Juga:
Proyeksi Harga Minyak Pekan Ini, Brent Berpeluang Tembus USD120 per Barel

Menurut para ahli strategi tersebut, pasar kini lebih mengantisipasi kemungkinan eskalasi konflik setelah pemilu sela di Amerika Serikat (AS) pada 3 November. 

Mereka mencatat bahwa pelaku pasar tengah mencermati tiga kemungkinan tindakan yang mungkin diambil oleh AS atau Israel terhadap Iran: serangan terhadap fasilitas nuklir bawah tanah, serangan terhadap lokasi peluncuran rudal di dekat Selat Hormuz, serta serangan yang lebih luas terhadap infrastruktur energi.

Baca Juga:
OPEC+ Pertahankan Target Produksi Minyak di Desember Jelang  Penentuan Kebijakan untuk 2027

Mereka menambahkan bahwa setiap kemungkinan tindakan dapat direspons Iran dan sekutunya dengan menyerang infrastruktur minyak di kawasan Teluk.

Menurut mereka, harga minyak Brent bisa mencapai rata-rata sekitar USD130 per barel pada 2027, jika produksi di kawasan Teluk tetap berada 3,5 juta barel per hari di bawah level 2025.

Sebaliknya, harga bisa turun ke kisaran USD60-an per barel jika produksi meningkat 2,5 juta barel per hari di atas level 2025 dan eskalasi konflik tidak terjadi. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ferry Boboho dan Tan Kian Dihadirkan Jadi Saksi di Sidang Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 23 jam lalu
0
thumb
Indonesia Calls for Fair Energy Transition and Resilient Global Supply Chains
• 22 jam lalu
0
thumb
Negara dengan Kurs Rendah, Opsi Utama Tujuan Wisatawan Indonesia
• 17 jam lalu
0
thumb
Ibu Korban Tak Yakin Dwi Bagus Pembunuh Dini dan Anak Beraksi Sendirian
• 23 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Untirta Diajak Kawal Pupuk Subsidi dan Dampingi Petani Banten
• 22 jam lalu
0
Berhasil disimpan.