BADUNG -- Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce meminta proses pencarian dan evakuasi dua korban tanah longsor di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali dimaksimalkan hingga kedua korban ditemukan. Permintaan tersebut disampaikan Kapolda Bali saat memantau langsung operasi pencarian dan evakuasi korban longsor di lokasi kejadian, Senin (2/11/2026).
“Kita berharap kondisi cuaca mendukung, sehingga pelaksanaan pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan lancar. Seluruh personel sudah bekerja keras sejak kejadian, dan upaya pencarian akan terus kita maksimalkan,” ujarnya.
Baca Juga
Longsor di Glamping Pelaga Badung Bali, Dua Wisatawan Hilang
Tebing Setinggi 30 Meter Longsor, 10 Rumah di Cisarua Terancam
Bupati Jeje Tegaskan Pemkab Bandung Barat Terus Membersamai Penyintas Korban Longsor Pasirlangu
Kapolda juga mengingatkan seluruh personel agar tetap mengutamakan keselamatan selama operasi berlangsung. Hal ini mengingat kondisi medan yang cukup berat serta adanya potensi longsor susulan dan peningkatan debit air sungai. Bencana tanah longsor tersebut terjadi pada Ahad (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 WITA. Material longsor yang menerjang kawasan Pelaga Eco Park mengakibatkan bangunan glamping hanyut terbawa arus sungai. .rec-desc {padding: 7px !important;} Sejak kejadian tim gabungan terus melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi bencana. Untuk memperluas cakupan pencarian, personel dibagi menjadi tiga tim evakuasi berdasarkan sektor dan lokasi yang telah ditentukan. Operasi pencarian melibatkan 123 personel gabungan dan unsur masyarakat. Kekuatan tersebut terdiri dari Basarnas Bali sebanyak 10 personel, SAR Brimob 10 personel, SAR Polda Bali 10 personel, Polres Badung 25 personel, dan Polsek Petang 20 personel. Selain itu terdapat enam personel Damkar Badung, 10 personel BPBD Badung, 12 orang BPBD desa, serta 20 warga masyarakat Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga. Dalam operasi tersebut tim gabungan juga mengerahkan sejumlah sarana pendukung, seperti alat berat, cangkul, sekop, kapak, dan sepatu bot, untuk membantu proses pencarian serta penanganan material longsor. Kapolda menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi seluruh unsur yang terlibat agar operasi pencarian berjalan optimal. Pembagian sektor pencarian, dukungan peralatan, serta kesiapan personel diharapkan dapat mempercepat upaya menemukan kedua korban. Dalam pemantauan tersebut, Tim Polda Bali melaporkan kondisi geografis kawasan perbukitan yang berdekatan dengan aliran sungai menjadi tantangan bagi petugas. Material longsor juga masih menutupi sebagian akses jalan menuju lokasi, sehingga mobilisasi personel dan peralatan membutuhkan penanganan khusus. Karena itu Kapolda Pasma Royce meminta personel yang terlibat meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor susulan maupun perubahan debit air sungai. Dalam pemantauan tersebut, Kapolda didampingi Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, sejumlah Pejabat Utama Polda Bali, serta personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, Damkar, dan masyarakat setempat. Hingga Senin (2/11/2026) malam, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel serta memaksimalkan upaya penyisiran di kawasan terdampak longsor. Hingga kini, identitas kedua korban yang hilang, belum diketahui. Basarnas Cari Korban Hilang Tanah longsor terjadi di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung, Bali, Senin (2/11/2026). Basarnas Bali menurunkan satu tim rescue untuk mengevakuasi dua pengunjung yang hilang diduga tertimbun material tanah longsor. "Kami sudah memberangkatkan sembilan personel tim rescue dari pos Jimbaran menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan resmi pada pukul 06.10 Wita," kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya di Denpasar, Senin. Basarnas Bali menerjunkan tim penyelamat tersebut dengan perkiraan waktu tempuh perjalanan sekitar dua jam untuk mencapai titik lokasi bencana di kawasan Badung utara. Peristiwa tanah longsor sendiri dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur kawasan Desa Pelaga dan sekitarnya sejak Ahad (1/11/2026) malam. Sidakarya mengatakan berdasarkan laporan dari pemilik glamping yaitu Kadek Suardika, tebing di sekitar area penginapan mendadak longsor dan langsung menimbun salah satu unit penginapan yang sedang diisi oleh dua orang pengunjung. Dari hasil pendataan sementara di lokasi kejadian, Basarnas Bali baru berhasil mengidentifikasi satu korban atas nama Bangkit Mubarok (30) yang berstatus warga negara Indonesia (WNI). Sementara itu, identitas satu pengunjung lainnya yang ikut tertimbun hingga kini belum diketahui, baik status kewarganegaraannya maupun data personalnya. "Sementara baru diketahui satu identitas korban atas nama Bangkit Mubarok, WNI, laki-laki, usia 30 tahun,” ucapnya. Sebelum tim Basarnas Bali tiba, pihak pengelola glamping bersama unsur BPBD Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang sebenarnya telah berupaya melakukan pencarian awal secara mandiri. Namun, upaya pencarian mandiri tersebut terpaksa dihentikan sementara akibat kendala cuaca ekstrem berupa curah hujan yang masih tinggi serta akses jalan menuju titik longsor yang tergolong amat curam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar juga sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang yang merata di kawasan tengah Bali, termasuk wilayah Petang, Badung. Kondisi medan yang sulit dan membahayakan keselamatan membuat pengelola penginapan akhirnya memutuskan menghubungi basarnas untuk meminta bantuan pencarian serta penanganan teknis SAR secara khusus. Basarnas Bali menegaskan proses pencarian dan pertolongan terhadap kedua korban akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi cuaca serta keselamatan personel di lapangan. "Proses pencarian dan pertolongan akan kami optimalkan penuh dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel tim SAR di lapangan," tutur Nyoman Sidakarya.
Komentar (0)