TEP UB Kementrans hadirkan instalasi air bersih di Sorong

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Kementerian Transmigrasi dari Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan instalasi air bersih di Puskesmas Pembantu (Pustu) Wariyau, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan air masyarakat setempat.

“Kita saksikan bahwa ini adalah salah satu saja dari karya yang diberikan oleh Tim Ekspedisi Patriot, yakni berupa pengadaan air bersih,” kata Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin.

Mentrans meninjau instalasi tersebut saat mengunjungi kawasan transmigrasi Klamono–Segun pada Sabtu (31/10). Ia menjelaskan ketersediaan air masih menjadi kendala masyarakat setempat karena sumber yang dapat dimanfaatkan terbatas pada air tanah dan air hujan.

"Di sini air sangat sulit sekali. Yang bisa kita manfaatkan adalah air tanah dan air hujan, tetapi itu pun mungkin hanya bisa untuk mandi. Sementara untuk keperluan dapur dan sebagainya sulit sekali," ujar dia.

Menurut Iftitah, keterbatasan tersebut turut menyulitkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air untuk keperluan dapur dan kegiatan rumah tangga lainnya.

Penyediaan instalasi air bersih di Pustu Wariyau merupakan bagian dari pendampingan TEP Universitas Brawijaya yang diarahkan untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi sesuai kebutuhan masyarakat kawasan transmigrasi.

Sebanyak 120 peserta TEP Universitas Brawijaya yang terbagi dalam 20 kelompok kerja sebelumnya diterima Pemerintah Kabupaten Sorong pada 10 Agustus 2026 untuk menjalankan kegiatan pemetaan potensi dan pemberdayaan masyarakat di sejumlah wilayah, termasuk Klamono dan Segun.

Selain penyediaan air bersih, TEP mendampingi masyarakat di Distrik Segun dalam pembuatan kapal nelayan berbahan serat kaca (fiber) serta mendorong pengadaan pupuk kompos untuk membantu mengatasi keterbatasan pasokan pupuk.

Pendampingan juga mencakup pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), antara lain melalui pengolahan pisang menjadi keripik untuk dijual dan dipasarkan sebagai produk bernilai tambah.

Di Distrik Klamono, TEP turut mendukung pengembangan Klamono Agro Living (KAL), kawasan agroforestri yang dirintis pemuda setempat melalui kegiatan hidroponik, budi daya ikan, dan peternakan bebek.

Salah seorang perintis KAL, Theo Momot, mengatakan pendampingan mahasiswa membantu petani muda memahami pemilihan nutrisi dan bibit setelah sebelumnya menghadapi sejumlah kegagalan dalam mengembangkan tanaman hidroponik.

“Ketika Tim Patriot masuk, saya sangat senang, karena ternyata masih banyak nutrisi atau bibit yang bagus, yang bisa menghasilkan hidroponik yang bagus untuk menambah pemasukan kami di sini,” kata Theo.

Ia menyebut pengembangan agroforestri di KAL telah mencapai hampir 60 persen. Ia juga mengatakan pendampingan tersebut membuat para petani muda semakin percaya diri melanjutkan kegiatan pertanian yang mereka rintis.

Lebih lanjut, Iftitah menegaskan pendampingan masyarakat perlu mengutamakan peningkatan kemampuan dan penguasaan teknologi agar manfaat kegiatan dapat berlanjut setelah masa penugasan peserta TEP berakhir.

“Kata kuncinya adalah pemberdayaan dan keberdayaan, yang jauh lebih penting daripada bantuan yang sifatnya instan,” ucap Mentrans.

Ia menilai proses alih pengetahuan dan teknologi menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan masyarakat mengelola potensi ekonomi serta memenuhi kebutuhannya secara lebih mandiri.

Menurut Iftitah, masyarakat setempat juga berharap kegiatan pendampingan dan pemberdayaan tersebut dapat terus berlanjut.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sorong menyampaikan bahwa kegiatan Gelar Karya TEP Universitas Brawijaya pada 31 Oktober juga disertai penyerahan modul hasil kerja tim kepada pemerintah daerah.

Secara nasional, Kementerian Transmigrasi pada 2026 menugaskan 1.476 peserta TEP yang tergabung dalam 246 tim dari 10 perguruan tinggi mitra untuk melaksanakan riset, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat di 53 kawasan transmigrasi.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Brawijaya Unti Ludigdo berharap kegiatan yang dikembangkan mahasiswa bersama masyarakat dapat terus berlangsung setelah masa pendampingan berakhir

“Embrio ekonomi sirkular sudah berjalan. Ini juga kita lakukan secara berkelanjutan. Mudah-mudahan keberlanjutannya tetap berjalan setelah kami meninggalkan area ini,” kata Unti.



Baca juga: TEP UI Kementrans kembangkan panel surya dan biogas di Teluk Wondama

Baca juga: TEP Unair kembangkan format keuangan digital untuk BUMDes di Prafi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Adang Daradjatun Apresiasi Operasi Polri di Kampung Bahari, Dorong Aliran Dana Ditelusuri
• 15 jam lalu
0
thumb
Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena Dicopot Kapolri terkait Penggeledahan Ponpes
• 3 jam lalu
0
thumb
FLYMiX, Girl Group Asia Berisi Member dari Jepang, China, dan Indonesia, Rilis Single Pre-debut
• 12 jam lalu
0
thumb
Sopir Truk Molen Jadi Tersangka Kecelakaan Maut di Bekasi
• 3 jam lalu
0
thumb
Cara Menikmati Makanan Favorit Tanpa Khawatir Gula Darah Naik
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.