Adang Daradjatun Apresiasi Operasi Polri di Kampung Bahari, Dorong Aliran Dana Ditelusuri

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Anggota Komisi III DPR Adang Daradjatun meminta kepolisian mengusut tuntas jaringan peredaran narkotika di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, setelah penggerebekan yang dilakukan dalam operasi pemberantasan narkoba pada Minggu (1/11).

Adang menegaskan, penindakan terhadap para pelaku yang berada di lapangan tidak boleh menjadi akhir dari upaya pemberantasan narkotika di kawasan tersebut. Ia meminta polisi turut memburu bandar besar, jaringan pemasok, pengendali, hingga pihak-pihak yang diduga melindungi aktivitas peredaran narkotika.

"Jangan hanya berhenti pada pengguna atau pelaku yang berada di lapangan. Bandar besar dan jaringan pemasoknya harus dikejar sampai tuntas. Penelusuran aliran dana hasil kejahatan juga penting dilakukan agar jaringan narkoba tidak memiliki kemampuan untuk kembali membangun bisnis ilegalnya," kata Adang dalam keterangannya, Senin (2/11).

Adang mengapresiasi langkah tegas jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), khususnya Polda Metro Jaya, yang melakukan penggerebekan itu. Ia menilai operasi tersebut merupakan bentuk keseriusan negara dalam memerangi peredaran gelap narkotika yang selama ini menjadi ancaman serius bagi masyarakat, terutama generasi muda.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang telah mengambil langkah tegas dan berani dalam melakukan operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika. Pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti hanya pada penindakan, tetapi harus menjadi komitmen berkelanjutan," ujar Adang.

Menurut purnawirawan Polri itu, operasi pemberantasan narkotika yang melibatkan Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Brimob tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antarlembaga. Terlebih, kejahatan narkotika memiliki jaringan, pola operasi, serta sumber pendanaan yang terorganisasi.

Dalam penggerebekan tersebut, aparat mengamankan 29 orang. Petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya sabu, ganja, alat isap, senjata tajam, dan mesin pencetak ekstasi.

Diketahui, petugas juga sempat menghadapi perlawanan dari pihak-pihak di lokasi. Adang menilai pemberantasan jaringan narkotika memang bukan pekerjaan mudah karena aparat harus berhadapan dengan berbagai bentuk perlawanan.

"Saya memahami bahwa memberantas jaringan narkoba bukan pekerjaan mudah. Bahkan, aparat di lapangan harus menghadapi berbagai bentuk perlawanan. Karena itu, keberanian, profesionalisme, dan ketegasan anggota Polri patut kita apresiasi. Negara tidak boleh kalah oleh jaringan bandar narkoba," tegas mantan Wakapolri tersebut.

Adang juga menekankan pentingnya pendekatan komprehensif dalam menangani kawasan yang rawan peredaran narkotika seperti Kampung Bahari.

Menurutnya, pemberantasan narkotika tidak cukup hanya mengandalkan operasi penindakan. Upaya tersebut perlu dibarengi dengan pencegahan, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, pemberdayaan masyarakat, serta pemulihan lingkungan sosial.

Adang juga mendorong agar masyarakat setempat tidak dipandang sebagai bagian dari persoalan peredaran narkotika. Sebaliknya, warga perlu dilibatkan sebagai mitra strategis aparat dalam memutus mata rantai peredaran barang terlarang tersebut.

"Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya ingin hidup aman dan terbebas dari narkoba justru menjadi korban atau berada dalam tekanan jaringan bandar. Negara harus hadir melindungi warga. Kita perlu mengembalikan lingkungan Kampung Bahari menjadi kawasan yang aman, produktif, dan ramah bagi tumbuh kembang anak-anak serta generasi muda," ungkapnya.

Adang menegaskan dukungannya terhadap langkah-langkah profesional dan terukur yang dilakukan Polri dalam pemberantasan narkotika.

"Apresiasi ini harus menjadi penyemangat bagi Polri untuk terus bekerja secara profesional, tegas, dan berintegritas. Perang melawan narkoba bukan sekadar operasi sesaat, melainkan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi seluruh aparat penegak hukum dan dukungan masyarakat," tutup dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Putri Sulung Gus Dur hingga Cak Imin Berduka Cita atas Meninggalnya Eks Direktur BPJS Kesehatan Fatih Waluyo Wahid
• 14 jam lalu
0
thumb
Pelatih Timnas Jepang Turun Tangan, Polo Air Indonesia Dapat Suntikan Ilmu Baru
• 21 jam lalu
0
thumb
Polisi Tangkap Sopir Truk Molen Maut yang Tewaskan 6 Orang di Rawalumbu Bekasi
• 9 jam lalu
0
thumb
Cegah Banjir! 1200 Meter Kubik Sampah Sisi Tol Japek Diangkut
• 15 jam lalu
0
thumb
5 Film tentang Female Rage, dari Amarah hingga Keinginan untuk Melawan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.