Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menunda rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) Perumda PAM Jaya hingga tahun depan.
Menurut Pramono keputusan ini diambil karena kondisi pasar modal yang tengah lesu sehingga Pemprov DKI masih menunggu momentum yang tepat untuk merealisasikan rencana tersebut.
Advertisement
“Untuk IPO, karena pasarnya lagi lesu dan juga lagi seperti ini, tentunya menunggu momen yang tepat,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/11/2026).
Meski begitu, dia telah meminta Direktur Utama (Dirut) dan jajaran direksi PAM Jaya untuk tidak menghentikan persiapan menuju penawaran saham perdana.
“Tapi saya sudah minta kepada Dirut dan juga Direksi PAM Jaya bahwa rencana ini tetap diteruskan, jangan berhenti,” ucap dia.
Pramono berharap kondisi pasar modal membaik pada tahun depan sehingga rencana IPO PAM Jaya dapat segera direalisasikan. Namun, dia belum menyampaikan tanggal pasti pelaksanaan penawaran saham perdana tersebut.
“Nanti momentumnya pasti mudah-mudahan harapannya tahun depan pasarnya sudah membaik. Dan kalau pasarnya sudah membaik, saya akan mempersilakan untuk di-IPO-kan,” kata nya.





Komentar (0)