Singapore Airlines Jadi Maskapai Pertama yang Beli Bahan Bakar Berkelanjutan dari Limbah

medcom.id
6 jam lalu
Cover Berita
Singapura: Singapore Airlines (SIA) menjadi maskapai pertama yang membeli bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) generasi terbaru dari Project Beacon, fasilitas produksi komersial milik Aether Beacon Pte Ltd. (Aether) yang tengah dikembangkan di Singapura.

Pembelian tersebut dilakukan melalui perjanjian pasokan hingga 4.800 ton SAF selama tiga tahun. Pengiriman bahan bakar rendah karbon itu dijadwalkan mulai 2028.

Kesepakatan ini sekaligus menjadi pembelian SAF pertama SIA yang diproduksi menggunakan teknologi baru untuk mengolah bahan baku karbon dari limbah menjadi bahan bakar penerbangan. Langkah tersebut memperluas sumber pasokan SAF sekaligus mendukung pengembangan teknologi alternatif dalam industri penerbangan.
 

Baca Juga :

Maskapai Singapura Mulai Gunakan Bahan Bakar Ramah Lingkungan


Project Beacon berlokasi di kompleks pengilangan Aster di Pulau Bukom, Singapura. Fasilitas ini akan memanfaatkan bahan baku seperti biometana dan gas buang industri untuk menghasilkan SAF melalui teknologi Aurora milik Aether.

Berbeda dengan metode hydro-processed esters and fatty acids (HEFA) yang mengandalkan bahan baku berbasis lipid, teknologi Aurora menggunakan proses Fischer-Tropsch untuk mengubah gas yang berasal dari limbah menjadi bahan bakar penerbangan cair.

Pendekatan tersebut menawarkan alternatif sumber bahan baku SAF di tengah keterbatasan ketersediaan bahan baku berbasis lipid. SAF yang diproduksi Project Beacon juga akan memperoleh sertifikasi berdasarkan Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).

Chief Sustainability Officer Singapore Airlines Lee Wen Fen mengatakan, pengembangan dan penggunaan SAF menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk mencapai emisi karbon nol bersih pada 2050.

Menurut dia, keterlibatan SIA sebagai pembeli pertama SAF dari Project Beacon menunjukkan adanya permintaan pasar terhadap bahan bakar rendah karbon yang diproduksi menggunakan teknologi baru di Singapura.

SIA juga berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan berbagai mitra global untuk meningkatkan produksi SAF, memperkuat ekosistem keberlanjutan industri penerbangan, serta mendukung transisi menuju perjalanan udara yang lebih berkelanjutan.

Sementara itu, Co-Founder sekaligus Chief Executive Officer Aether Fuels Conor Madigan mengatakan, kesepakatan dengan SIA menjadi perkembangan penting sejak kedua perusahaan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada tahun sebelumnya.

Sejak penandatanganan MoU tersebut, Aether telah memilih Singapura sebagai lokasi fasilitas komersial pertamanya dan membangun kemitraan dengan sejumlah pihak dalam rantai nilai lokal.

Madigan menilai Singapura memiliki ekosistem yang mendukung pengembangan SAF, mulai dari infrastruktur pengilangan dan penerbangan, dukungan investasi, kebijakan keberlanjutan, hingga posisinya sebagai hub penerbangan global.

Aether juga menyiapkan ekspansi kapasitas produksi SAF melalui pembangunan pabrik komersial berskala besar yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2031. Fasilitas tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas produksi setidaknya 10 kali lebih besar dibandingkan Project Beacon.

Perjanjian pasokan dengan SIA menjadi salah satu langkah penting bagi Aether untuk memperluas penerapan teknologi produksi SAF generasi terbaru sekaligus membangun kepastian permintaan pasar terhadap bahan bakar penerbangan rendah karbon.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Singapore Airlines Jadi Maskapai Pertama yang Beli Bahan Bakar Berkelanjutan dari Limbah Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/0KvZlypK-singapore-airlines-jadi-maskapai-pertama-yang-beli-bahan-bakar-berkelanjutan-dari-limbah

(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Laba Tumbuh 82 Persen, RAJA Tawarkan Obligasi dan Sukuk dengan Imbal Hasil hingga 9 Persen
• 16 jam lalu
0
thumb
Toa Masjid di Ciputat Berlubang Diduga Ditembak OTK, Polisi Buru Pelaku
• 15 jam lalu
0
thumb
Warga Prancis Kembali Turun ke Jalan Memprotes Biaya Hidup Mahal
• 17 jam lalu
0
thumb
Viral! Ibu Minta Perlindungan Kapolri, Anaknya Diduga Jadi Korban KDRT Oknum Polisi Polres Jakbar
• 15 jam lalu
0
thumb
Jansen Demokrat Sebut Status Gibran Tak Lagi Sah sebagai Wapres Usai Putusan MA, Perintahkan untuk Mundur
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.