Ekonomi hingga Pola Asuh, Ini Tiga Faktor Pemicu Kekerasan Anak

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengungkap tiga faktor yang dapat memicu terjadinya kekerasan terhadap anak, yakni tekanan ekonomi, pola asuh keluarga, dan penggunaan media sosial yang tidak bijak.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus pembunuhan bayi berusia 20 bulan oleh ibu kandung dan ayah tirinya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dalam kasus itu, polisi menduga persoalan ekonomi menjadi salah satu motif pembunuhan.

Advertisement

BACA JUGA: Prilly Latuconsina Harap Film Memburu Pemangsa Bikin Masyarakat Melek soal Kekerasan pada Anak

Arifah mengatakan, berdasarkan analisis internal Kementerian PPPA, faktor ekonomi dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan keluarga dan berkontribusi terhadap munculnya kekerasan.

"Kalau analisa internal kami, penyebab terjadinya kekerasan itu selama ini pertama faktor ekonomi. Ini memang faktor ekonomi ini akan memengaruhi semua aspek kehidupan," ujar Arifah kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Selain persoalan ekonomi, pola asuh orang tua juga menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian. Menurut Arifah, orang tua perlu membangun pemahaman bahwa kekerasan tidak dapat dibenarkan terhadap siapa pun dan dalam situasi apa pun.

Faktor lainnya adalah penggunaan media sosial yang tidak bijak. Arifah menilai paparan konten tertentu dapat memicu perilaku seksual menyimpang, termasuk yang berujung pada kekerasan seksual terhadap anak.

Ia mencontohkan kasus kekerasan seksual terhadap anak berusia 10 tahun yang diduga melibatkan sejumlah pria lanjut usia. Menurut Arifah, salah satu pelaku dalam kasus tersebut terpapar video yang kemudian memicu hasrat seksual.

"Di salah satu kabupaten yang saya kunjungi, itu pelakunya kakek-kakek umur 72 tahun, korbannya anak SD umur 10 tahun. Jadi si kakek ini nonton video yang akhirnya membangun hasrat," kata dia.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mundari Karya akui Isenmulang FC kalah kualitas dari Persib Bandung
• 22 jam lalu
0
thumb
Antam (ANTM) Mau Bagi Dividen, Potensi Cuamnya di Atas 10%
• 9 jam lalu
0
thumb
Golkar Maros Bidik Kembali Kursi Ketua DPRD pada Pileg 2029
• 5 jam lalu
0
thumb
Kemarin, sekat bakar lindungi orangutan hingga banjir di Aceh Besar
• 19 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Barat Laut Tanimbar Maluku, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.