Golkar Maros Bidik Kembali Kursi Ketua DPRD pada Pileg 2029

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAROS – Partai Golkar Kabupaten Maros mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029.

Dengan memperkuat konsolidasi internal, partai berlambang pohon beringin itu memasang target merebut kembali kursi Ketua DPRD Kabupaten Maros yang pernah menjadi kekuatan politiknya.

Target tersebut mengemuka dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Maros di Grand Town Hall pada Senin, 2 November 2026.

Ketua DPD Partai Golkar Sulsel Ilham Arief Sirajuddin (IAS) secara terbuka mendorong kepengurusan Golkar Maros di bawah kepemimpinan Andi Patarai Amir untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat desa dan kelurahan.

IAS menegaskan bahwa Musda bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan momentum membangun kekuatan organisasi sekaligus mempersiapkan strategi menghadapi kontestasi politik mendatang.

Dia bahkan memasang harapan agar Golkar kembali menjadi pemilik kursi pimpinan DPRD Maros pada Pemilu 2029.

“Saya yakin Andi Patarai Amir yang sudah punya pengalaman membawa Golkar meraih kursi terbanyak beberapa waktu lalu. Maka, Pemilu 2029 nanti, Partai Golkar Kabupaten Maros akan kembali meraih pemegang palu menjadi Ketua DPRD Kabupaten Maros,” kata IAS.

Menurut IAS, konsolidasi pasca-Musda harus segera dituntaskan agar seluruh struktur partai dapat bergerak menjalankan kerja-kerja politik.

Dia juga menekankan pentingnya membangun hubungan kerja sama dengan pemerintah daerah.

Kehadiran Bupati Maros, Chaidir Syam, dalam Musda tersebut dinilainya sebagai gambaran dinamika politik yang terbuka terhadap kerja sama antarkekuatan politik.

“Golkar akan selalu berjalan dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Maros,” ujarnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Golkar Maros Andi Patarai Amir menyatakan kesiapannya mengembalikan kejayaan Golkar di daerah tersebut.

Patarai diketahui menjadi calon tunggal Ketua DPD Golkar Maros setelah menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan formulir pendaftaran.

Dia mengaku telah mendapat arahan langsung dari IAS untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif sekaligus merebut kembali posisi Ketua DPRD Maros.

“Izin Pak Bupati, saya hanya diperintahkan Pak IAS tambah kursi dan mengambil kembali kursi Ketua DPRD pada Pemilu 2029 mendatang,” ujar Patarai.

Anggota DPRD Sulsel itu mengaku memiliki pengalaman membawa Golkar Maros meraih posisi sebagai partai dengan perolehan kursi terbanyak di DPRD.

Pengalaman tersebut, kata dia, akan menjadi modal untuk membangun kembali kekuatan partai dengan mengoptimalkan potensi kader.

“Golkar pernah meraih kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Maros. Pemegang palu sidang di DPRD harus menjadi target kita di Pemilu 2029, dengan memanfaatkan potensi kader,” tegasnya.

Patarai juga menyampaikan apresiasi kepada 14 pimpinan kecamatan dan jajaran pengurus Golkar Maros yang telah memberikan dukungan terhadap kepemimpinannya.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, yang hadir dalam Musda tersebut berharap Golkar tetap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan.

Chaidir mengakui IAS sebagai salah satu figur yang turut memberikan pengalaman dan pembelajaran politik bagi dirinya.

“Pak IAS bukan hanya guru politik kader Golkar di Sulsel, tetapi beliau juga guru politik saya,” kata Chaidir.

Dia juga mengapresiasi peran Fraksi Golkar di DPRD Maros yang selama ini memberikan masukan dan mendorong berbagai program pembangunan daerah.

“Saya berharap keberadaan Partai Golkar terus memberikan sumbangsih untuk kami membangun Kabupaten Maros,” ujarnya.

Musda XI Golkar Maros turut dihadiri Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur, Sekretaris DPD Golkar Sulsel Rahman Pina, Bendahara DPD Golkar Sulsel Amirullah Nur Saenong.

Hadir pula Ketua Harian DPD Golkar Sulsel Supriansa, serta sejumlah pengurus partai politik dan pejabat Pemerintah Kabupaten Maros. (ams)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pilu Bayi 20 Bulan di Jaksel Dibunuh Ortu Gara-gara Masalah Ekonomi
• 19 jam lalu
0
thumb
Takut Dianggap Tak Bisa Punya Anak, Pasutri di Kaltim Rekayasa Kematian Bayi
• 16 jam lalu
0
thumb
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan
• 2 jam lalu
0
thumb
Kondisi Demo Mahasiswa Bandung di DPRD Jabar, Tuntut Perbaikan Ekonomi | KOMPAS PETANG
• 8 jam lalu
0
thumb
Imbalan Rp20 Juta, Pegawai Lapas Diduga Edarkan 599 Vape Mengandung Narkoba
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.