Gibran Hadapi Serangan Politik Bertubi-tubi, Pengamat Singgung Pengaruh Elektabilitas

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai semakin strategis dalam kalkulasi politik nasional.

Posisinya sebagai wakil presiden, tingkat pengenalan publik yang tinggi, serta peluang dalam kontestasi politik mendatang membuat Gibran tetap menjadi figur yang diperhitungkan, sekaligus menghadapi berbagai serangan politik.

Direktur Eksekutif Puspoll Indonesia, Chamad Hojin, menilai dinamika tersebut tidak terlepas dari posisi Gibran dalam struktur kekuasaan dan prospek politiknya ke depan.

Dalam artikel opini berjudul Gibran dalam Kalkulasi Elite Politik Nasional yang dimuat Bisnis Indonesia, Kamis 29 Oktober 2026, Chamad menjelaskan bahwa kekuatan seorang tokoh tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang sedang diemban, tetapi juga oleh daya tawarnya dalam perebutan kekuasaan berikutnya.

BACA JUGA:Usai Putusan MA, PSI Tegaskan Gibran Siap Buka Seluruh Dokumen Pendidikan di Persidangan

Dalam konteks tersebut, Gibran memiliki sejumlah modal politik yang membuat posisinya tetap relevan.

Selain menjabat wakil presiden, Gibran mempunyai tingkat pengenalan publik yang luas dan masih masuk dalam bursa kandidat potensial untuk kontestasi mendatang.

Namun, posisi tersebut juga menempatkan Gibran di tengah berbagai polemik, mulai dari persoalan administrasi pendidikan, rivalitas politik, hingga perdebatan mengenai latar belakang keluarganya.

Chamad menyoroti bagaimana kritik terhadap Gibran terlihat dominan dalam percakapan media sosial.

BACA JUGA:PKB Siapkan Manuver Politik Usai Putusan MA soal Suket Ijazah Gibran, Ini Langkah Berikutnya

Meski demikian, intensitas kritik di ruang digital tidak dapat langsung diartikan sebagai gambaran sikap mayoritas masyarakat.

Menurutnya, karakter media sosial yang mengutamakan interaksi membuat konten kontroversial dan perdebatan politik lebih mudah memperoleh perhatian.

“Suara yang terdengar paling keras di media sosial belum tentu mewakili mayoritas sesungguhnya,” tulis Chamad.

Di sisi lain, hasil sejumlah survei memperlihatkan bahwa berbagai polemik yang mengiringi Gibran tidak serta-merta menghilangkan peluang politiknya.

Survei SMRC pada 1–10 Oktober 2026 mencatat elektabilitas Gibran sebesar 8,4 persen dalam simulasi semi-terbuka 24 nama calon presiden.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Konser Andrea Bocelli di Jakarta Ditolak, Pramono: Kami Ikuti Arahan Pusat!
• 7 jam lalu
0
thumb
Jet pribadi jatuh di permukiman Florida, AS, 9 orang tewas
• 11 jam lalu
0
thumb
Penumpang Moda Transportasi Meningkat di September 2026, hanya Angkutan Udara Domestik yang Turun
• 2 jam lalu
0
thumb
Jurus Baru Pemerintah Ibu Kota Atasi Polusi Udara: Tarif Parkir Naik
• 16 jam lalu
0
thumb
Muhammadiyah Akan Kaji Ulang Tatswib dalam Adzan Subuh pada Munas ke-33, Keputusan Masih Jadi Perdebatan
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.