BPBD DKI Petakan Jalur Evakuasi Banjir di 25 Kelurahan Rawan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mulai mematangkan jalur evakuasi hingga lokasi pengungsian warga. Hal ini guna mengantisipasi potensi ancaman banjir selama musim hujan 2026.

“BPBD juga melakukan koordinasi kesiapsiagaan dengan jajaran wilayah, mulai dari tingkat kota administrasi, kecamatan, hingga kelurahan, termasuk dalam penyiapan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, serta kebutuhan sarana dan prasarana penanganan banjir,” ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat kepada Metrotvnews.com, Senin, 2 November 2026.
 

Baca Juga :

Hujan Picu Banjir dan Longsor di Kabupaten Malang, Jalur Provinsi Lumpuh

Marulitua menjelaskan, skema penanganan tersebut dirancang komprehensif. Hal ini mencakup pengerahan personel, ketersediaan alat evakuasi, hingga pemenuhan alokasi logistik bagi warga terdampak.

“Sarana penanganan yang direncanakan antara lain meliputi perahu karet, pelampung, kendaraan operasional, tenda pengungsian, serta perlengkapan pendukung lainnya,” kata Marulitua.

Mengenai penetapan titik pengungsian, BPBD DKI bersama jajaran pemkot, kecamatan, dan kelurahan terus menginventarisasi gedung serta fasilitas umum yang dinilai layak dan memenuhi standar keamanan sesuai karakteristik tiap kawasan.

“Fasilitas yang dapat dimanfaatkan antara lain gedung atau fasilitas umum yang memenuhi persyaratan keamanan dan kelayakan,” imbuh Marulitua.


Ilustrasi hujan. Foto: Dok. Antara.

BPBD DKI mengonsolidasikan dukungan lintas sektoral untuk memastikan kepastian alokasi pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi secara optimal.

Langkah mitigasi ini memperkuat hasil pemetaan BPBD DKI terhadap 25 kelurahan rawan banjir yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara berdasarkan Rencana Kontinjensi Penanggulangan Banjir.

Kawasan prioritas tersebut meliputi Rawa Buaya, Tegal Alur, Kedoya Selatan, Kedoya Utara, dan Kembangan Utara (Jakarta Barat); Jati Padang, Pejaten Timur, Pondok Labu, Ulujami, dan Cipulir (Jakarta Selatan); Kampung Melayu, Bidara Cina, Cawang, Cipinang Melayu, Kebon Pala, dan Cililitan (Jakarta Timur); serta Pluit, Pademangan Barat, dan Rorotan (Jakarta Utara).

Meski berfokus pada titik rawan, Marulitua menegaskan pengawasan tetap diberlakukan secara menyeluruh di seluruh wilayah DKI Jakarta dengan memantau perkembangan cuaca, tinggi muka air (TMA), serta kondisi faktual di lapangan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Transjakarta Ungkap Penyebab Bus Pecah Ban di Halte Proklamasi
• 2 jam lalu
0
thumb
Suket Dibatalkan, PKB Ingin Sudahi Polemik Ijazah Gibran: DPR Harus Segera Bersikap
• 10 jam lalu
0
thumb
Naik Rp5.000, Harga Emas Antam Senin Pagi Menjadi Rp2.531.000 per Gram
• 10 jam lalu
0
thumb
Dapat Info dari AS, Rusia Tangkap Anak di Bawah Umur Terkait Dugaan Rencana Penyerangan di Moskow
• 19 jam lalu
0
thumb
Bahlil Tegaskan Ekspor SDA Harus Langsung ke Negara Tujuan, Langsung Saja!
• 42 menit lalu
0
Berhasil disimpan.