Viral Pemuda Ngaku Kuliah di Kampus PSI di Acara Raffi Ahmad, Kaesang Pangarep Beri Klarifikasi

wartaekonomi.co.id
8 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Video seorang pemuda yang kesulitan menyebut nama kampusnya saat mengenakan almamater dalam Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam salah satu potongan video yang beredar, pemuda tersebut tampak tidak mampu memberikan jawaban yang meyakinkan ketika ditanya mengenai asal kampusnya. Sementara itu, dalam video lain muncul jawaban “kampus PSI” yang kemudian memicu perbincangan publik.

Peristiwa tersebut berkaitan dengan kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 yang digelar Polda Metro Jaya di Bundaran HI pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Kegiatan bertema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu dihadiri sekitar 100 peserta. Sejumlah unsur TNI-Polri dan elemen masyarakat turut hadir dalam acara tersebut.

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, juga hadir bersama konten kreator Willie Salim.

Kaesang Tegaskan PSI Tidak Terlibat

Menanggapi ramainya pembahasan mengenai istilah “Kampus PSI”, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyampaikan klarifikasi.

Kaesang menegaskan PSI tidak memiliki lembaga perguruan tinggi dan tidak terlibat dalam kegiatan deklarasi yang berlangsung di Bundaran HI tersebut.

Dalam pernyataan klarifikasinya, Kaesang mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru menghubungkan suatu kegiatan dengan pihak tertentu tanpa bukti yang jelas.

“Jangan sampai informasi yang keliru membentuk persepsi yang salah!” demikian pernyataan Kaesang.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih cermat menerima informasi, memeriksa fakta, serta tidak mudah terpengaruh narasi yang belum terverifikasi.

Kaesang menilai isu mengenai “Kampus PSI” perlu disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga ruang digital agar tidak dipenuhi informasi menyesatkan.

“Mari bersama menjaga ruang digital agar tetap sehat dan tidak dipenuhi informasi yang menyesatkan,” demikian isi klarifikasi tersebut.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polri: Korban TPPO Tentara Bayaran Rusia Dilatih hanya Sebulan
• 2 jam lalu
0
thumb
Ferry Boboho Bongkar Awal Perkenalan dengan Febrie Adriansyah, Sebut Nama Mantan Wakajagung
• 1 jam lalu
0
thumb
OJK Tuntaskan Kasus BPR DCN, Dua Direksi Terancam 15 Tahun Penjara
• 17 jam lalu
0
thumb
Kepala BPJPH Haikal Hasan: ini adalah Kejadian yang Sangat Memalukan...
• 21 jam lalu
0
thumb
Impor RI Melonjak Hampir 20%, Airlangga Ungkap Penyebabnya
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.