EtIndonesia.com Wabah Ebola di Afrika semakin memburuk. Pada 31 Oktober, pemerintah Kongo mengumumkan data terbaru yang menunjukkan jumlah korban meninggal telah melampaui 5.000 orang. Virus tersebut juga telah menyebar ke negara-negara Afrika lainnya.
Menurut data Kementerian Kesehatan Kongo, saat ini lebih dari 10.000 orang telah terinfeksi, dengan 5.026 orang meninggal dunia. Tingkat kematian mendekati 50%.
Wabah kali ini dimulai pada pertengahan Mei. Hanya dalam beberapa bulan, wabah tersebut telah menjadi wabah Ebola dengan jumlah korban meninggal terbanyak kedua dalam sejarah.
Pakar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Patrick Otim, mengatakan bahwa di balik angka-angka tersebut terdapat keluarga-keluarga yang kehidupannya telah hancur akibat wabah ini.
Yang lebih mengkhawatirkan, banyak pasien meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan perawatan.
WHO menemukan bahwa sekitar sepertiga dari seluruh korban meninggal bahkan belum menjalani tes virus. Mereka meninggal di luar pusat perawatan.
Selain itu, 80 persen kasus baru tidak tercatat dalam daftar orang yang sebelumnya dilacak oleh otoritas kesehatan. Artinya, masih banyak orang yang terinfeksi tetapi belum terdeteksi.
Saat ini, wabah telah menyebar ke delapan provinsi di Kongo. Provinsi Ituri dan Kivu Utara di wilayah timur menjadi daerah yang paling parah terdampak.
Namun, upaya penanggulangan wabah di wilayah setempat menghadapi berbagai kendala.
Di satu sisi, konflik bersenjata terus berlangsung sehingga petugas medis sama sekali tidak dapat memasuki sejumlah daerah. Di sisi lain, sebagian warga tidak percaya bahwa wabah tersebut benar-benar terjadi, bahkan menyerang petugas medis.
Pekan lalu, seorang perawat dibunuh ketika sedang menangani laporan terkait wabah.
Situasi semakin buruk karena pemerintah juga menunggak pembayaran gaji tenaga medis. Akibatnya, sejumlah petugas melakukan mogok kerja dan beberapa pusat perawatan terpaksa berhenti beroperasi.
Seorang pekerja mengatakan bahwa dirinya sudah empat bulan tidak menerima gaji, sehingga memenuhi kebutuhan keluarganya pun menjadi masalah.
Sementara itu, virus terus menyebar ke negara-negara lain.
Pada Oktober, kasus terkonfirmasi juga ditemukan di Kenya dan Nigeria. Jika digabungkan dengan Uganda yang sebelumnya telah melaporkan kasus, wabah ini kini telah menyebar ke sejumlah negara Afrika.
Para ahli khawatir, jika orang-orang yang terinfeksi tidak berhasil ditemukan dan pasien tidak memperoleh perawatan tepat waktu, wabah tersebut kemungkinan akan terus meluas.
Sumber : NTDTV.com






Komentar (0)