Pantau - Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mendorong generasi muda Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengembangkan kreativitas di bidang seni budaya, kuliner, dan industri digital menjadi usaha produktif yang mampu menghasilkan pendapatan sekaligus menciptakan lapangan kerja.
Ajakan tersebut disampaikan Ibas dalam kegiatan Ekonomi Kreatif di Polorejo, Kabupaten Ponorogo, Kamis (29/10/2026).
Politisi Fraksi Partai Demokrat itu menilai potensi lokal Ponorogo dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi apabila dikembangkan melalui inovasi, peningkatan keterampilan, dan perluasan akses pasar.
Menurutnya, generasi muda tidak seharusnya hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga perlu berani membangun usaha sendiri.
Ibas Dorong Generasi Muda Berani Menciptakan PekerjaanIbas mengatakan persaingan memperoleh pekerjaan formal semakin menantang di tengah bonus demografi Indonesia.
Karena itu, anak muda perlu memiliki keterampilan dan kemampuan membaca peluang usaha yang tersedia di lingkungan sekitar.
“Anak-anak muda kita tidak boleh hanya berpikir bagaimana mendapatkan pekerjaan setelah lulus sekolah. Kita juga harus mulai berpikir bagaimana menciptakan pekerjaan, membangun usaha, dan mengembangkan potensi yang ada di sekitar kita menjadi sumber penghasilan,” ujar Ibas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ia menilai sektor ekonomi kreatif dapat menjadi alternatif untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Peluang tersebut mencakup pengembangan usaha berbasis budaya, kuliner, produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga pemanfaatan teknologi digital.
Reog Ponorogo dan Kuliner Lokal Dinilai Punya Nilai EkonomiIbas menyoroti kekayaan seni dan budaya Ponorogo sebagai salah satu modal utama pengembangan ekonomi kreatif.
Salah satu potensi yang disebut adalah Reog Ponorogo yang telah memperoleh pengakuan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Menurutnya, kekayaan budaya tersebut tidak cukup hanya dilestarikan, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada masyarakat luas melalui berbagai bentuk promosi kreatif.
“Kalau kalian mencintai Reog dan kesenian Warok, promosikan kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia bahwa Reog berasal dari Ponorogo. Begitu juga dengan potensi kuliner, kopi, produk UMKM, hingga durian Ngebel. Semua bisa dikemas menjadi konten kreatif yang menarik dan memiliki nilai ekonomi,” jelasnya.
Ia menilai pengemasan produk dan promosi yang inovatif dapat membantu pelaku usaha lokal menjangkau pasar lebih luas.
Selain Reog, potensi pertanian, perkebunan, kopi, dan kuliner khas daerah juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya saing.
Industri Digital dan Fotografi Buka Peluang PenghasilanIbas turut mengajak generasi muda mengembangkan keterampilan di bidang perfilman, fotografi, dan produksi konten digital.
Menurutnya, industri perfilman melibatkan banyak profesi, mulai dari penulis cerita, pemeran, kamerawan, penyunting, hingga tenaga pendukung produksi.
Peluang usaha juga tersedia melalui jasa fotografi untuk kegiatan masyarakat, pernikahan, dan acara pemerintahan.
Ia menyebut produksi konten digital dapat menjadi sumber penghasilan apabila dikembangkan secara konsisten dan memiliki nilai jual.
“Menjadi content creator juga bisa menghasilkan pendapatan. Apalagi jika kita mampu menciptakan konten yang positif, menarik, dan memiliki nilai jual. Kita harus mulai dari sesuatu yang dekat dengan kehidupan kita, dari potensi yang ada di daerah sendiri,” ungkap Ibas.
Legislator daerah pemilihan Jawa Timur VII yang meliputi Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, Pacitan, dan Magetan itu meminta generasi muda memanfaatkan potensi daerah sebagai bahan pengembangan usaha kreatif.
Pemerintah Diminta Perluas Pelatihan dan Akses PemasaranIbas menegaskan pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, dan masyarakat.
Dukungan tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan, pendampingan usaha, peningkatan keterampilan, promosi produk, serta perluasan akses pemasaran.
Ia juga mendorong pemerintah menghadirkan kebijakan yang mampu membuka peluang industri baru sesuai kebutuhan dan karakter generasi muda.
Menurutnya, dukungan pemerintah diperlukan agar usaha kreatif dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Ibas turut mengingatkan anak muda untuk mengelola penghasilan secara bijak dan memanfaatkannya bagi peningkatan kemampuan serta pengembangan usaha.
Ia berharap semangat Sumpah Pemuda menjadi dorongan bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengembangkan potensi lokal Ponorogo menjadi sumber pendapatan.





Komentar (0)