Bahlil memerintahkan anak buahnya agar ekspor sumber daya alam Indonesia langsung ke negara tujuan, tidak transit lebih dulu ke Singapura.
IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, memerintahkan anak buahnya agar ekspor sumber daya alam Indonesia langsung ke negara tujuan, tidak transit lebih dulu ke Singapura.
Instruksi tersebut disampaikan Bahlil saat memberikan sambutan dalam acara Mineral Convention (MINCON) 2026.
Menurut dia, pengiriman komoditas melalui negara perantara justru memberikan keuntungan ekonomi kepada negara lain, mulai dari penerimaan pajak hingga manfaat terhadap neraca perdagangan.
"Pak Dirjen, saya perintahkan lewat forum ini, jangan lagi ada pengiriman sumber daya alam kita, kalau kita ekspor, lewat transit negara tertentu. Saya enggak mau," ujarnya saat membuka acara Minerba Convex di JIExpo Kemayoran, Senin (2/10/2026).
Dia mencontohkan, apabila Indonesia ingin mengirimkan komoditas ke China, pengiriman harus dilakukan langsung dari Indonesia menuju China tanpa harus singgah terlebih dahulu di negara lain.
Seperti diketahui, Singapura kerap dijadikan hub logistik dan keuangan yang di Asia Tenggara. Hal ini juga turut memimbulkan praktik ekspor dari Indonesia ke negara tujuan, kerap melalui Singapura baru dikirim kembali ke negara tujuan.
Perusahaan dari dalam negeri kerap menjadikan Singapura sebagai hub karena pertimbangan regulasi pajak, kepastian hukum, hingga fasilitas perbankan global.
Di sisi lain, Singapura punya pelabuhan raksasa dan jaringan pelayaran global yang memungkinkan pengalihan atau konsolidasi muatan sebelum dikirim ke negara pembeli akhir.
"Tidak boleh dari Jakarta mampir negara yang itu. Hanya setempel, baru dia bilang, ini ekspor by negara dia, dari mana barang kamu? Langsung saja, saya enggak bisa diolah-olah oleh mereka ini, enggak bisa," kata Bahlil.
Begitu pula dengan pengiriman gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) ke Jepang maupun Korea Selatan. Bahlil meminta agar pengiriman dilakukan langsung menuju negara pembeli.
"Kalau kita mau kirim LNG, contohnya ke Jepang atau ke Korea, langsung saja. Kenapa harus parkir di negara lain?" tegasnya.
Menurut Bahlil, praktik pengiriman melalui negara perantara berpotensi membuat negara tersebut memperoleh keuntungan ekonomi dari aktivitas perdagangan komoditas Indonesia. Padahal, sumber daya alam tersebut berasal dari Indonesia dan seharusnya memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi negara.
Dia menambahkan, hubungan perdagangan antarnegara harus dibangun berdasarkan prinsip saling menghormati. Indonesia, kata dia, perlu memberikan respons yang sepadan apabila kepentingan nasional tidak dihormati oleh negara mitra.
"Kalau mereka sayang kita, kita pastikan mereka. Tapi kalau mereka agak kurang sayang, kita juga harus memberikan kadar yang sama. Jangan cinta bertepuk sebelah tangan," kata Bahlil.
(Febrina Ratna Iskana)






Komentar (0)