Kongres Luar Biasa (KLB) Ikatan Alumni Universitas Pembangunan Nasional (IA UPN) Veteran Jawa Timur (Jatim) memutuskan pencabutan mandat Ketua Umum IA UPN Veteran Jatim periode 2023 – 2027, dan memberikan mandat kepada seluruh Ketua IA Fakultas untuk menjalankan organisasi secara kolektif kolegial hingga terpilihnya Ketua Umum definitif pada Juni 2027.
Diyan Lesmana Wakil Pimpinan Sidang KLB sekaligus Ketua Ikatan Alumni Fakultas Arsitektur dan Desain (IA FAD) mengatakan, keputusan tersebut merupakan momentum untuk refleksi, evaluasi, dan pembenahan tata kelola organisasi. Sekaligus, untuk menegaskan komitmen untuk mengembalikan marwah, independensi, dan jati diri sebagai wadah kekeluargaan serta pengabdian alumni kepada almamater dan masyarakat.
“Organisasi alumni pada hakikatnya merupakan wadah sosial yang berlandaskan kekeluargaan, berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dan almamater, serta harus senantiasa terbebas dari keterikatan dan kepentingan partai maupun golongan politik tertentu,” kata Diyan Lesmana dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Ia menjelaskan, KLB dilatarbelakangi akumulasi persoalan organisasi selama masa kepemimpinan Ketua Umum periode 2023 – 2027. Sejumlah keberatan yang disampaikan para Ketua IA Fakultas melalui Mosi Tidak Percaya tertanggal 22 Oktober 2026 antara lain berkaitan dengan dugaan penyimpangan terhadap prinsip independensi organisasi sebagaimana diatur dalam BAB II Pasal 6 AD/ART.
Kemudian belum optimalnya pelaksanaan program kerja, pola kepemimpinan yang dinilai otoriter dan familial, dugaan politisasi organisasi melalui dukungan terhadap salah satu calon Gubernur Jawa Timur, serta persoalan prosedur, tata kelola, dan etika dalam penyelenggaraan Kongres Nasional.
Berbagai persoalan tersebut menurutnya perlu ditempatkan sebagai persoalan kelembagaan yang harus diselesaikan secara bertanggung jawab, bukan semata-mata persoalan personal.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Pimpinan Sidang, ia menyampaikan bahwa proses KLB berlangsung dengan mengedepankan objektivitas, keterbukaan, kesetaraan hak delegasi, serta penghormatan terhadap mekanisme dan tata tertib persidangan.
KLB, lanjut dia, bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum koreksi organisasi untuk memastikan keberlangsungannya berlandaskan prinsip dan nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam AD/ART.
Rangkaian kongres meliputi penetapan Presidium Sidang, pembacaan dan pembahasan tata tertib, serta penyampaian berbagai pandangan, kritik, argumentasi, dan masukan dari delegasi IA Fakultas.
Dinamika yang berkembang selama persidangan, menurutnya, menunjukkan adanya kepedulian dan tanggung jawab bersama seluruh fakultas terhadap masa depan organisasi.
“Perbedaan pandangan yang muncul justru merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat, selama disampaikan dengan argumentasi, etika, dan orientasi pada kepentingan bersama,” ucapnya.
KLB kemudian menghasilkan dua keputusan fundamental. Pertama, mencabut mandat Ketua Umum IA UPN Veteran Jawa Timur periode 2023 – 2027. Kedua, memberikan mandat kepada seluruh Ketua IA Fakultas untuk menjalankan organisasi secara kolektif kolegial, dengan koordinator Ketua IA Fakultas Pertanian.
Seluruh keputusan tersebut telah dituangkan dalam berita acara KLB dan ditandatangani oleh presidium dan ketua delegasi masing-masing IA Fakultas UPN Veteran Jatim sebagai dokumen resmi hasil persidangan.
Ia mengatakan, KLB tersebut belum memasuki agenda pemilihan Ketua Umum definitif karena forum lebih mengutamakan penyelesaian persoalan mendasar organisasi sekaligus membangun mekanisme transisi kepemimpinan yang terarah dan memiliki batas waktu yang jelas.
Selama masa transisi tersebut, kepemimpinan organisasi dijalankan secara kolektif-kolegial oleh seluruh Ketua IA Fakultas hingga terpilihnya Ketua Umum definitif.
Tahapan selanjutnya diarahkan pada penjaringan kandidat dalam kurun waktu tiga bulan, kemudian dilanjutkan dengan persiapan penyelenggaraan kongres pemilihan pada tiga bulan berikutnya. Pemilihan Ketua Umum definitif ditargetkan berlangsung pada Juni 2027.
“Kepemimpinan kolektif kolegial ini bukan sekadar mekanisme pengganti kepemimpinan sebelumnya, melainkan ruang konsolidasi dan pembenahan organisasi agar proses regenerasi kepemimpinan berjalan secara demokratis, transparan, dan bertanggung jawab hingga terpilihnya Ketua Umum definitif pada Juni 2027,” tuturnya.
Ia berharap seluruh tahapan menuju pemilihan Ketua Umum definitif dapat dilaksanakan secara terbuka, inklusif, demokratis, serta memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh alumni yang memiliki kapasitas, integritas, dan komitmen untuk mengabdi.
Prof Lukman Arif Wakil Rektor III UPN Veteran Jatim menyambut baik keputusan tersebut. Ia berharap proses pergantian kepengurusan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.
“Alhamdulillah, KLB sudah menghasilkan keputusan. Semoga saat pergantian pengurus nanti semuanya bisa berjalan dengan baik, lancar, dan aman,” ungkap Lukman.
Elmi Sumiyarsono Delegasi IA Fakultas Teknik dan Sains menilai, keputusan tersebut merupakan momentum untuk menegakkan kembali marwah organisasi.
“Melalui komitmen bersama yang dilahirkan dalam kongres ini, organisasi siap melangkah maju menjadi lebih baik, berintegritas, dan dijalankan secara profesional,” ujarnya.
Lebih lanjut, Taufik Maulana Delegasi IA Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) mengingatkan bahwa esensi berorganisasi adalah pengabdian dan kebermanfaatan, bukan mencari keuntungan atau kepentingan pribadi.
“Jangan mencari hidup di Ikatan Alumni, tetapi hidupilah Ikatan Alumni UPN Veteran Jatim sehingga bermanfaat bagi para alumni,” pungkasnya.(ris/bil/ham)





Komentar (0)