IHSG Berpotensi Menguat Sementara, Saham Undervalued jadi Pilihan Menarik

medcom.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Senior Technical Analyst Mirae Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami dead-cat bounce atau penguatan sementara setelah terdeteksi pola pergerakan wave [iv].

Secara teknikal, indikator Stochastics K_D dan Relative Strength Index (RSI) masih menunjukkan sinyal negatif. Meski demikian, volume perdagangan mulai mengalami peningkatan yang dapat menjadi indikasi awal pergerakan pasar.

Nafan menyampaikan level support IHSG berada di 4.969 dan 4.907. Sementara itu, level resistance terdekat berada di 5.246 dan 5.326.
 

Baca Juga :

Awal Pekan, IHSG Dibuka Melemah 0,92 Persen

Berdasarkan data perdagangan terakhir IHSG mencatatkan aksi jual bersih investor asing sebesar Rp172,43 miliar. Secara year-to-date (YTD), investor asing membukukan net sell sebesar Rp126,20 triliun. Adapun kinerja IHSG sepanjang tahun berjalan tercatat terkoreksi 41,52 persen.

Di sisi domestik, perhatian utama investor tertuju pada implementasi kebijakan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mulai berlaku pada 2 November 2026. Kebijakan tersebut mengecualikan 81 saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG.

Langkah ini merupakan bagian dari reformasi pasar modal untuk meningkatkan transparansi, kredibilitas indeks, serta kepercayaan investor. Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan kekhawatiran MSCI mengenai transparansi kepemilikan saham di pasar modal Indonesia dan potensi reklasifikasi status Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Namun, implementasi kebijakan tersebut berpotensi memicu penyesuaian komposisi dan bobot indeks. Oleh karena itu, pergerakan IHSG pada awal perdagangan perlu dicermati investor.

Di sisi lain, pengecualian saham HSC diharapkan dapat meningkatkan kualitas representasi IHSG sehingga indeks semakin mencerminkan saham-saham dengan kepemilikan publik yang lebih memadai.

Menghadapi kondisi pasar tersebut, Nafan menyarankan investor untuk lebih selektif dalam menentukan strategi investasi. Investor disarankan berfokus pada saham-saham pilihan dengan fundamental solid, saham yang dinilai undervalued, serta saham yang mulai menunjukkan indikasi pembalikan arah atau reversal.

Selain itu, penerapan manajemen risiko secara disiplin tetap menjadi hal penting di tengah volatilitas pasar.

Sentimen Eksternal 

Dari eksternal, pergerakan pasar saham turut dipengaruhi penguatan harga minyak mentah global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut dipicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi menyusul spekulasi bahwa pemerintah Amerika Serikat (AS) tengah mempertimbangkan opsi aksi militer baru terhadap Iran setelah pemilu sela AS pada 3 November 2026.

Situasi tersebut turut mengurangi harapan terhadap penyelesaian diplomatik dalam waktu dekat. Ketegangan semakin meningkat setelah muncul insiden keamanan dan ancaman berkelanjutan terhadap infrastruktur energi strategis di kawasan Teluk, termasuk potensi gangguan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.

Investor juga akan mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik yang dijadwalkan rilis pada 2 November 2026, yakni PMI manufaktur Oktober, inflasi Oktober, dan neraca perdagangan September.

Berdasarkan proyeksi Trading Economics, PMI manufaktur Indonesia diperkirakan berada di level 51,9, lebih rendah dibandingkan posisi sebelumnya sebesar 52,4. Sementara itu, inflasi tahunan diproyeksikan mencapai 3,3 persen, sedikit meningkat dari sebelumnya 3,28 persen.

Adapun surplus neraca perdagangan diperkirakan mencapai USD3,7 miliar, lebih tinggi dibandingkan surplus sebelumnya sebesar USD3,55 miliar. Apabila data ekonomi tersebut menunjukkan aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif, inflasi yang terkendali, serta surplus perdagangan yang terjaga, kondisi ini berpotensi menjadi katalis positif bagi IHSG.

Sebaliknya, kenaikan inflasi yang melampaui ekspektasi atau penyusutan surplus perdagangan dapat meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan persepsi risiko investasi di pasar domestik.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin IHSG Berpotensi Menguat Sementara, Saham Undervalued jadi Pilihan Menarik Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/nbw5vBDK-ihsg-berpotensi-menguat-sementara-saham-undervalued-jadi-pilihan-menarik

(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Khawatir Buah Hati Terlalu Dini Terpapar Media Sosial, Putri Isnari Soroti Pentingnya Menjaga Tayangan Ramah Anak
• 7 jam lalu
0
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Hujan Turun di Jaksel, Jaktim, Jakbar, dan Jakpus
• 8 jam lalu
0
thumb
Andre Taulany Bongkar Kebiasaan Amanda Rigby saat Bulan Madu, Akui Syok dengan Sikap Sang Istri
• 15 jam lalu
0
thumb
Pakar: Posisi Gibran sebagai Wapres Otomatis Gugur
• 20 jam lalu
0
thumb
Kolaborasi no na x Shopee Disambut Antusias, Dance Challenge Ramai Diikuti
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.