SIKKA, iNews.id - Kebakaran lahan kembali melanda kawasan wisata Tanjung Kajuwulu, Desa Magepanda, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (1/11/2026) pagi. Puluhan hektare lahan perbukitan hangus terbakar hingga mengubah kawasan wisata andalan tersebut menjadi gersang.
Kobaran api terlihat membakar pepohonan dan rerumputan kering di tepi jalan nasional. Api kemudian menjalar ke kawasan perbukitan yang dipenuhi ilalang dan semak belukar.
Sebagian besar kawasan perbukitan Tanjung Kajuwulu kini tampak gersang. Di sepanjang area Tangga Seribu, rerumputan dan semak belukar telah hangus. Sisa abu pembakaran terlihat menutupi lahan yang sebelumnya ditumbuhi vegetasi.
Kebakaran lahan di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Setiap musim kemarau, perbukitan di sekitar objek wisata Tanjung Kajuwulu kerap dilanda kebakaran yang diduga akibat ulah oknum yang sengaja membakar lahan.
Padahal, kawasan perbukitan tersebut merupakan bagian dari wilayah yang dilindungi dan menjadi salah satu daya tarik wisata Kabupaten Sikka.
Baca Juga:Atase Pendidikan KBRI Singapura dan Canberra Tak Punya Jejak Dokumen Pendidikan GibranPemerintah Kabupaten Sikka sebelumnya telah mengimbau aparat keamanan untuk meningkatkan pengawasan di kawasan wisata tersebut. Namun, kebakaran lahan masih terus berulang setiap musim kemarau.
Terbakarnya ilalang dan semak belukar di sepanjang perbukitan pesisir pantai utara Maumere tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghilangkan keindahan panorama alam yang menjadi daya tarik Tanjung Kajuwulu.
Perpaduan pemandangan perbukitan dan lautan yang sebelumnya menjadi daya tarik wisata kini terganggu akibat lahan yang menghitam dan gersang.
#regional





Komentar (0)