111 Tahun PSM: Sejarah yang Tak Lekang oleh Zaman

celebesmedia.id
12 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Usia 111 tahun bagi PSM Makassar bukan sekadar angka di kalender. Ia adalah catatan panjang tentang sebuah klub yang tumbuh bersama sepak bola Indonesia.

PSM melewati pergantian zaman, bertahan dari pasang surut, dan tetap berdiri di tengah industri olahraga yang berubah cepat.

Hari ini, 2 November 2026, klub berjuluk Juku Eja itu genap berusia 111 tahun. Orang juga mengenalnya sebagai Ayam Jantan dari Timur dan Pasukan Ramang.

PSM tercatat sebagai salah satu klub tertua di Indonesia, dengan akar sejarah yang berawal pada 2 November 1915.

Kisah itu dimulai dari Makassaarsche Voetbal Bond (MVB), perkumpulan sepak bola yang menjadi cikal bakal PSM.

Pada masa kolonial, Makassar adalah kota pelabuhan yang ramai dan pusat aktivitas perdagangan sekaligus pemerintahan di kawasan timur Nusantara.

Dari keramaian itulah sepak bola menemukan tempatnya. Pada masa awal, skuad MVB diisi pemain pribumi Makassar, warga Tionghoa, dan kalangan elite Hindia Belanda yang bermain di lapangan yang sama.

Dari lapangan-lapangan kota itu, sepak bola perlahan menjadi tontonan yang digemari, dan lahirlah identitas sepak bola Makassar.

Jalannya tidak selalu mulus. Ketika Jepang berkuasa pada 1942, segala hal yang berbau Belanda dilarang, termasuk nama klub.

MVB pun berganti nama menjadi Persatuan Sepakbola Makassar, yang kita kenal sebagai PSM sampai sekarang.

Setelah itu PSM tumbuh semakin kuat. Era 1950-an hingga pertengahan 1960-an sering disebut sebagai masa keemasan klub ini.

Di tengah masa itu muncul Ramang, penyerang yang oleh banyak kalangan dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Ia memperkuat PSM sejak akhir 1940-an dan menjadi andalan tim nasional. Di Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia menahan Uni Soviet 0-0 dan namanya ikut melekat pada laga itu.

Namanya begitu lekat dengan klub sampai PSM dijuluki Pasukan Ramang.

Pada masa itu PSM juga merajai kompetisi Perserikatan. Gelar pertama datang pada 1957 setelah mengalahkan PSMS Medan, dan trofi demi trofi menyusul pada era berikutnya.

Stadion Mattoangin, yang kini bernama Stadion Andi Mattalatta, dibangun pada 1955 dan menjadi rumah bagi para pendukungnya.

Berkapasitas sekitar 20 ribu penonton, ia pernah menjadi stadion terbesar di negeri ini sebelum Gelora Bung Karno berdiri.

Memasuki era kompetisi modern, PSM kembali menegaskan namanya. Gelar juara Liga Indonesia 1999/2000 dan Liga 1 2022/2023 menambah daftar prestasi klub yang sudah melewati satu abad.

Di level Asia, PSM pernah mencapai perempat final Liga Champions Asia pada 2001 dan beberapa kali tampil di Piala AFC.

Meski begitu, PSM di usia 111 tahun menghadapi tantangan yang jauh berbeda dari masa awalnya.

Persaingan kompetisi makin ketat, pengelolaan klub makin kompleks, dan tuntutan terhadap prestasi serta profesionalisme terus naik.

Stadion kebanggaan di Mattoangin pun sempat dibongkar pada 2020, sehingga klub harus berpindah kandang dalam beberapa musim terakhir.

Tercatat Stadion Batakan, Kalimantan Timur pernah menjadi home base PSM, dan kini Stadion BJ Habibie, Parepare.

Namun sejarah panjang itu menjadi modal berharga untuk menatap masa depan. PSM bukan sekadar bagian dari masa lalu sepak bola Indonesia. Klub ini masih memikul tanggung jawab menjaga tradisi sekaligus melanjutkan prestasi.

Lebih dari satu abad setelah kelahirannya, Juku Eja tetap membawa satu identitas yang tak berubah yakni kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Warisan Budaya Tak Benda: Menelusuri Jejak Manuk Nom, Kuliner Keraton Yogyakarta Padukan Tape dan Emping
• 10 jam lalu
0
thumb
Konflik Timur Tengah, Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar
• 8 jam lalu
0
thumb
Viral Nursery Room di TSM Cibubur Diduga Tak Digunakan Sesuai Fungsinya, Netizen: Dikira Ruang Istirahat Kali
• 19 jam lalu
0
thumb
Mario Aji Sesalkan Gagal Finis di Moto2 Malaysia 2026, Peluang Tembus 10 Besar Sirna Gara-gara Crash
• 6 jam lalu
0
thumb
DPR Usul Pembentukan TGPF Usut Penggerebekan Ponpes Santriwati di Sukoharjo
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.