Dirut BEI Sebut Saham Syariah Lebih Tahan Tekanan Pasar, Kapitalisasi ISSI Capai Rp5.658 Triliun

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyatakan saham-saham syariah memiliki ketahanan yang relatif baik di tengah tekanan pasar modal Indonesia sepanjang 2026, baik akibat sentimen domestik maupun global.

Jeffrey menjelaskan bahwa ketahanan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik saham yang masuk dalam indeks syariah serta pola transaksi para investornya.

Salah satu faktor utamanya adalah tidak masuknya saham perbankan konvensional dalam indeks saham syariah, sementara sektor tersebut menjadi salah satu kelompok saham yang paling tertekan sepanjang 2026.

“Kalau kita lihat memang demikian ya, baik dari sisi produknya maupun dari sisi investornya, daya tahannya harusnya lebih baik yang di syariah,” ujar Jeffrey di sela Capital Market Journalist Workshop 2026 di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (1/11/2026).

Menurut Jeffrey, karakteristik investasi berbasis prinsip syariah turut memberikan perbedaan dalam menghadapi tekanan pasar.

Investor Syariah Terhindar dari Risiko Margin Call

Jeffrey menjelaskan bahwa investor saham syariah melakukan transaksi tanpa menggunakan fasilitas berbasis bunga atau riba.

Prinsip tersebut juga mencakup tidak digunakannya fasilitas pembiayaan margin dalam transaksi saham syariah.

Dengan demikian, investor syariah tidak menghadapi risiko margin call atau permintaan penambahan jaminan akibat penggunaan fasilitas margin.

Investor juga terhindar dari risiko force sell atau penjualan paksa saham yang berkaitan dengan fasilitas pembiayaan tersebut.

“Investor syariah tentu akan bertransaksi saham tanpa riba, apalagi margin, ya jadi tentu tidak ada risiko margin call atau force sell,” ujar Jeffrey.

Karakteristik tersebut menjadi salah satu alasan Jeffrey menilai investor saham syariah memiliki daya tahan yang lebih baik ketika pasar mengalami tekanan.

Kapitalisasi Pasar ISSI Capai Rp5.658,68 Triliun

Di tengah tekanan pasar saham Indonesia sepanjang 2026, indeks-indeks saham syariah masih mencatatkan kapitalisasi pasar yang besar.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kapitalisasi pasar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mencapai Rp5.658,68 triliun pada Agustus 2026.

Pada periode yang sama, kapitalisasi pasar Jakarta Islamic Index (JII) tercatat sebesar Rp1.891,89 triliun.

Sementara itu, Jakarta Islamic Index 70 (JII70) membukukan kapitalisasi pasar sebesar Rp2.681,94 triliun.

Sebagai perbandingan, total kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia mencapai Rp11.449 triliun pada Agustus 2026.

Data tersebut menunjukkan besarnya nilai pasar saham-saham yang termasuk dalam indeks investasi berbasis prinsip syariah.

Jeffrey menilai angka kapitalisasi pasar tersebut memperlihatkan luasnya pilihan saham yang dapat dijadikan alternatif investasi sesuai prinsip syariah.

OJK Catat 622 Saham dalam Daftar Efek Syariah

Selain kapitalisasi pasar yang besar, jumlah saham yang memenuhi kriteria syariah juga menunjukkan ketersediaan pilihan investasi bagi masyarakat.

OJK mencatat sebanyak 622 saham telah masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) hingga kuartal III-2026.

Jumlah tersebut bertambah dengan tiga saham yang masuk melalui penetapan DES insidentil.

Dengan demikian, terdapat 625 saham yang tercatat dalam DES berdasarkan data tersebut.

Keberadaan ratusan saham syariah memberikan beragam pilihan bagi investor yang ingin berinvestasi di pasar modal dengan mengikuti prinsip syariah.

Jeffrey menegaskan bahwa pilihan saham syariah di pasar modal Indonesia cukup luas, baik dilihat dari jumlah saham maupun kapitalisasi pasarnya.

Di tengah tekanan akibat sentimen domestik dan global, karakteristik produk serta transaksi tanpa fasilitas berbasis bunga menjadi faktor yang menurutnya mendukung ketahanan investasi saham syariah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
John Herdman Terima Kabar Baik dari Spanyol, Emil Audero Cetak Clean Sheet Perdana di Rayo Vallecano
• 21 jam lalu
0
thumb
Renovasi Rumah yang Lebih Layak, Harapan Baru bagi 16 Keluarga di Rembang
• 22 jam lalu
0
thumb
Dukung Kesehatan Ibu dan Anak, BRI Peduli Resmikan Posyandu Lily dan Kebun Pangan Perempuan di Yogyakarta
• 9 jam lalu
0
thumb
Dindik Jatim Evaluasi Kendala TKA Gelombang I, Antisipasi Gangguan di Gelombang II
• 17 jam lalu
0
thumb
Kakek di Lamongan Tewas Dianiaya saat Selamatkan Siswi SMP yang Hendak Diperkosa
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.