Bus Tabrak Mobil Pikap di Situbondo: 2 Orang Tewas, 1 Kritis

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Kecelakaan maut yang melibatkan bus bernomor polisi AG 7195 UA dan mobil pikap Daihatsu Gran Max berpelat P 8051 EE, terjadi di jalur Pantura Situbondo, Jawa Timur, Sabtu (31/10). Insiden tragis ini terjadi di jalan raya Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan, Kabupaten Situbondo.

Akibat tabrakan hebat pada KM 162.800 dari Kota Surabaya tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia dan satu orang lainnya kritis.

Korban tewas pertama adalah seorang pejalan kaki bernama Misnari (79), warga Desa Demung, Kecamatan Besuki. Ia mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian dengan cedera parah patah tulang bahu kiri dan luka lecet di betis kaki kanan.

Korban tewas kedua adalah sopir pikap Gran Max, Abdurrahim (42), warga Desa Sumber Pinang, Kecamatan Mlandingan. Ia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit, akibat mengalami patah tulang paha kanan, memar di kepala belakang, serta luka lecet di kedua betisnya.

Sementara itu, seorang penumpang pikap yang belum diketahui identitasnya mengalami luka robek di bagian kepala atas dan dahi. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Besuki, Situbondo.

Benturan keras tersebut membuat bagian depan mobil pikap ringsek. Di sisi lain, bus yang dikemudikan oleh Misranto (62), warga Kota Kediri, langsung terperosok masuk ke area persawahan di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah timur menuju ke barat. Saat melintas di lokasi kejadian, Misnari selaku pejalan kaki tengah menyeberang jalan dari arah selatan menuju ke utara.

Bus yang melintas mencoba menghindari penyeberang tersebeut. Nahas, pada saat yang bersamaan dari arah berlawanan, mobil pikap yang dikemudikan Abdurrahim datang dengan kecepatan sedang. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan adu banteng kedua kendaraan beda jenis ini pun tidak dapat terhindarkan.

"Saya dan warga sekitar tidak tahu pasti kronologinya. Yang pasti, suara benturannya sangat keras hingga terdengar sampai radius ratusan meter," ujar Baihaki, salah seorang pemotor di lokasi kejadian, Minggu (1/11/2026).

Kanit Gakkum Satlantas Polres Situbondo, Ipda Rudi, membenarkan adanya insiden kecelakaan maut tersebut. Selain merenggut dua korban jiwa, kecelakaan ini juga mengakibatkan kerugian materi yang cukup besar.

"Berdasarkan keterangan awal dari sopir bus, sebelum bertabrakan dengan mobil pikap dari arah berlawanan, ia mengaku berusaha menghindari pejalan kaki yang menyeberang jalan," pungkasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Diduga Tak Profesional, Penyidik Polda Kalbar Diadukan ke Propam Polri
• 6 jam lalu
0
thumb
Pascasarjana Universitas Fajar Gelar Pra Rapat Kerja, Matangkan Persiapan Program Akademik dan Pengembangan Fakultas
• 19 jam lalu
0
thumb
Usai Habisi Nyawa Anaknya di Toilet Pasar Kebayoran Lama, Ayah Tiri dan Ibu Kubur Korban di Lahan Benhil
• 5 jam lalu
0
thumb
Kemenag: Penelitian mahasiswa PTKIN harus jawab persoalan masyarakat
• 15 jam lalu
0
thumb
Tiket Kereta Desember Mulai Bisa Dipesan, KAI Terapkan GAPEKA 2026
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.