Jakarta (ANTARA) - Satria Muda Pertamina Bandung mengamankan gelar IBL All Indonesian 2026 setelah mengalahkan Dewa United Banten secara dramatis lewat 77-75 di babak final yang berlangsung GOR Laga Tangkas, Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Memulai kuarter pertama, pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. Meski demikian Satria Muda mampu tampil impresif dengan unggul delapan poin, 10-2.
Satria Muda kemudian malah kesulitan untuk membendung performa impresif Dewa United. Dewa United mampu membalikkan keadaan untuk mengubah skor 23-22.
Baca juga: Satria Muda singkirkan Pelita Jaya, melaju ke final IBL All Indonesian
Di kuarter kedua, Anak Dewa terus tampil impresif. Satria Muda masih belum menemukan performa untuk bisa membalikkan keadaan. Dewa United akhirnya menutup kuarter kedua dengan keunggulan 44-41.
Selepas jeda, Satria Muda mencoba untuk tampil jauh lebih agresif. Memanfaatkan kombinasi Julian Chalias, Dame Diagne dan Abraham Grahita, Satria Muda mampu tampil meladeni permainan terbuka dari Dewa United. Skor berubah imbang 60-60 pada masa akhir kuarter ketiga.
Pada kuarter terakhir, Satria Muda langsung bermain terbuka menghadapi agresivitas yang ditunjukkan Anak Dewa. Poin demi poin terus diperoleh oleh kedua tim. Satria Muda akhirnya berbalik unggul menjelang 12 detik pertandingan berakhir lewat skor 77-75.
Baca juga: Dewa United menang dramatis, tantang Satria Muda di final IBL
Hingga akhir, Abraham Grahita dan kawan-kawan mampu mempertahankan kedudukan lewat kemenangan 77-75.
Lewat kemenangan ini sekaligus membuat tim asuhan Youbel Sondakh pertahankan gelar juara IBL All Indonesian setelah pada tahun 2025 mampu mengangkat gelar.
Dengan gelar juara kedua tersebut juga membuat Satria Muda kini menjadi tim tersukses di IBL All Indonesian dengan torehan dua gelar. Satu titel juara lainnya dimiliki oleh Pelita Jaya yang memperoleh gelar juara pada musim 2024.
Memulai kuarter pertama, pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi. Meski demikian Satria Muda mampu tampil impresif dengan unggul delapan poin, 10-2.
Satria Muda kemudian malah kesulitan untuk membendung performa impresif Dewa United. Dewa United mampu membalikkan keadaan untuk mengubah skor 23-22.
Baca juga: Satria Muda singkirkan Pelita Jaya, melaju ke final IBL All Indonesian
Di kuarter kedua, Anak Dewa terus tampil impresif. Satria Muda masih belum menemukan performa untuk bisa membalikkan keadaan. Dewa United akhirnya menutup kuarter kedua dengan keunggulan 44-41.
Selepas jeda, Satria Muda mencoba untuk tampil jauh lebih agresif. Memanfaatkan kombinasi Julian Chalias, Dame Diagne dan Abraham Grahita, Satria Muda mampu tampil meladeni permainan terbuka dari Dewa United. Skor berubah imbang 60-60 pada masa akhir kuarter ketiga.
Pada kuarter terakhir, Satria Muda langsung bermain terbuka menghadapi agresivitas yang ditunjukkan Anak Dewa. Poin demi poin terus diperoleh oleh kedua tim. Satria Muda akhirnya berbalik unggul menjelang 12 detik pertandingan berakhir lewat skor 77-75.
Baca juga: Dewa United menang dramatis, tantang Satria Muda di final IBL
Hingga akhir, Abraham Grahita dan kawan-kawan mampu mempertahankan kedudukan lewat kemenangan 77-75.
Lewat kemenangan ini sekaligus membuat tim asuhan Youbel Sondakh pertahankan gelar juara IBL All Indonesian setelah pada tahun 2025 mampu mengangkat gelar.
Dengan gelar juara kedua tersebut juga membuat Satria Muda kini menjadi tim tersukses di IBL All Indonesian dengan torehan dua gelar. Satu titel juara lainnya dimiliki oleh Pelita Jaya yang memperoleh gelar juara pada musim 2024.






Komentar (0)