Pemerintah Atasi Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang di Sorong

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

SORONG – Pemerintah mengatasi krisis air bersih akibat kemarau panjang di Kawasan Transmigrasi Klamono–Segun, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Salah satunya dengan membuat instalasi air bersih di Puskesmas Pembantu (Pustu) Wariyau oleh Tim Ekspedisi Patriot.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menilai karya dan kontribusi mereka sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar kampus berdampak dan hadir langsung memeriksa persoalan masyarakat sekaligus memberikan solusinya.

"Kita saksikan bahwa ini adalah salah satu saja dari karya yang diberikan oleh Tim Ekspedisi Patriot, yakni berupa pengadaan air bersih,’’ ujar Menteri Iftitah, Minggu (1/11/2026).

Baca Juga :
Antrean Panjang di SPBU, Distribusi BBM Terkendala Musim Kemarau

‘’Mengapa? Karena di sini air sangat sulit sekali. Yang bisa kita manfaatkan adalah air tanah dan air hujan, tetapi itu pun mungkin hanya bisa untuk mandi. Sementara untuk keperluan dapur dan sebagainya sulit sekali" lanjutnya.

Iftitah menegaskan, bahwa pendampingan menjadi pembeda dari bantuan biasa. Ia mengaku mendapat laporan bahwa masyarakat berharap program pendampingan dan pemberdayaan seperti ini terus berlanjut.

"Kata kuncinya adalah pemberdayaan dan keberdayaan, yang jauh lebih penting daripada bantuan yang sifatnya instan. Memampukan dan memberdayakan masyarakat adalah proses transfer of knowledge dan transfer of technology yang lebih penting lagi bagi kita semua,"pungkasnya.

Baca Juga :
BMKG: Indonesia Masih Didominasi Kemarau, Hujan Lebat di Berpotensi Turun Awal Oktober

Tim Ekspedisi Patriot mendampingi pembuatan kapal nelayan berbahan fiber dan juga mendorong pengadaan pupuk kompos untuk menjawab kelangkaan pupuk dengan melibatkan masyarakat. Di bidang UMKM, pisang yang sebelumnya belum dimanfaatkan kini diolah menjadi keripik untuk dijual dan dipasarkan.

Karya TEP Brawijaya juga terlihat di Klamono Agro Living (KAL), kawasan berbasis agroforestri yang dirintis anak-anak muda setempat, dengan hidroponik, budidaya ikan, dan peternakan bebek.

Baca Juga :
BMKG: Dipengaruhi El Nino Kuat, Puncak Kemarau Indonesia Terjadi September 2026

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Babe Haikal Ajak Jaga Kerukunan: Warung Halal dan Nonhalal Sebuah Pilihan
• 4 jam lalu
0
thumb
Melawan Kesepian, Merangkul Anak-anak Down Syndrome
• 10 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yong Ungkap Penyebab Persija Jakarta Tumbang 1-2 dari Dewa United: Kartu Merah Dony Tri Pamungkas
• 12 jam lalu
0
thumb
Tekan Disparitas Harga Cabai Rawit Antarwilayah, Kemendag Fasilitasi Pengiriman Stok
• 8 jam lalu
0
thumb
Rock In Celebes Hari Pertama, Benteng Rotterdam Dipadati Penonton
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.