DFSK E5 Plus menggabungkan mesin bensin 1.500 cc empat silinder dengan motor listrik melalui teknologi Smart Power System DHT. Kombinasi tersebut memungkinkan kendaraan beroperasi menggunakan tenaga listrik maupun mesin bensin sesuai kebutuhan perjalanan.
Besaran biaya operasional DFSK E5 Plus bergantung pada kebiasaan pengisian daya dan proporsi penggunaan motor listrik serta mesin pembakaran internal. PT Sokonindo Automobile membagikan tiga simulasi penggunaan E5 Plus yang dapat menjadi gambaran bagi calon konsumen. 1. Rutin Mengisi Daya di Rumah, Biaya Rp306 Ribu Skenario pertama mengasumsikan pengguna rutin mengisi daya baterai di rumah dan memenuhi seluruh kebutuhan perjalanan menggunakan tenaga listrik. Dengan asumsi jarak tempuh 1.000 km per bulan atau sekitar 33 km per hari, kebutuhan listrik DFSK E5 Plus diperkirakan mencapai 180 kWh.
Jika menggunakan asumsi tarif listrik Rp1.700 per kWh, perhitungannya sebagai berikut:
Jarak tempuh bulanan: 1.000 km.
Konsumsi listrik: 0,18 kWh per km.
Kebutuhan listrik: 180 kWh.
Biaya listrik: Rp306.000 per bulan.
Biaya BBM: Rp0.
Baca Juga :
MAB Eco Truck Blind Van, Jadi Lawan Wuling Mitra EV & DFSK Gelora EDengan demikian, total biaya energi bulanan mencapai Rp306.000 atau sekitar Rp306 per km. Skenario ini menjadi pilihan paling ekonomis dalam simulasi karena seluruh perjalanan menggunakan tenaga listrik tanpa konsumsi bensin. 2. Kombinasi Listrik dan Bensin, Biaya Rp422 Ribu Skenario kedua menggunakan kombinasi tenaga listrik dan mesin bensin. Dalam simulasi ini, 70 persen jarak perjalanan menggunakan tenaga baterai, sedangkan 30 persen sisanya menggunakan kombinasi motor listrik dan mesin konvensional. Dengan jarak tempuh 1.000 km per bulan, pembagiannya terdiri dari 700 km menggunakan tenaga listrik dan 300 km menggunakan kombinasi kedua sumber tenaga.
Perhitungan biaya energi untuk penggunaan listrik:
Jarak tempuh: 700 km.
Konsumsi listrik: 0,18 kWh per km.
Kebutuhan listrik: 126 kWh.
Asumsi tarif listrik: Rp1.700 per kWh.
Biaya listrik: Rp214.200.
Sementara itu, untuk penggunaan kombinasi motor listrik dan mesin bensin:
Jarak tempuh: 300 km.
Konsumsi BBM: 18 km per liter.
Kebutuhan BBM: 16,67 liter.
Asumsi harga BBM: Rp12.500 per liter.
Biaya BBM: sekitar Rp208.375.
Baca Juga :
DFSK Gelora E Ganti Logo, Spesifikasi Tak BerubahDengan demikian, total biaya energi bulanan mencapai Rp422.575 atau sekitar Rp423 per km. 3. Tidak Pernah Mengisi Daya, Biaya Rp961 Ribu Skenario ketiga menggambarkan penggunaan DFSK E5 Plus tanpa pengisian daya eksternal. Dalam kondisi tersebut, kendaraan mengandalkan sistem hybrid dengan dukungan mesin bensin dan motor listrik.
Berdasarkan asumsi konsumsi BBM 13 km per liter ketika baterai kosong, kebutuhan bahan bakar untuk perjalanan sejauh 1.000 km per bulan mencapai sekitar 76,92 liter.
Dengan asumsi harga BBM Rp12.500 per liter, perhitungannya sebagai berikut:
Jarak tempuh bulanan: 1.000 km.
Konsumsi BBM: 13 km per liter.
Kebutuhan BBM: 76,92 liter.
Biaya BBM: sekitar Rp961.500 per bulan.
Biaya listrik: Rp0.
Total biaya energi bulanan dalam skenario ini mencapai Rp961.500 atau sekitar Rp962 per km.
"Dari simulasi skenario di atas dapat kita simpulkan bahwa penggunaan kendaraan PHEV dengan menggunakan metode pengisian daya listrik secara rutin dapat memaksimalkan biaya operasional menjadi lebih hemat," ungkap Product Expert PT Sokonindo Automobile, Ihcsan Aria Putra, di Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026.
Baca Juga :
Ini Promo Lengkap DFSK di PEVS 2026, Gelora E Dapat Subsidi Rp85 JutaSumber tenaga listrik berasal dari baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 25 kWh. Dalam mode listrik murni, E5 Plus diklaim mampu menempuh jarak hingga 140 km berdasarkan standar NEDC.
Sementara itu, kombinasi tangki bensin penuh dan baterai terisi penuh diklaim menghasilkan jarak tempuh hingga 1.400 km. Konsumsi BBM kendaraan ini juga diklaim mencapai 83,3 km per liter berdasarkan pengujian NEDC.
Dari sisi dimensi, E5 Plus memiliki panjang 4.760 mm, lebar 1.865 mm, tinggi 1.710 mm, serta jarak sumbu roda 2.785 mm. SUV ini menggunakan pelek alloy 19 inci dengan ban berukuran 235/50 R19.
Sistem suspensi Frequency Selective Damping (FSD) turut disematkan untuk membantu meredam getaran saat kendaraan melintasi berbagai kondisi jalan.
Untuk menunjang kenyamanan keluarga, kabinnya dirancang dengan konfigurasi hingga tujuh penumpang atau pilihan captain seat pada baris kedua. Fitur lainnya mencakup teknologi NVH Proof Quiet Cabin dan layar hiburan berukuran 15,6 inci yang didukung chip Qualcomm Snapdragon 8155.
Pada aspek keselamatan, DFSK E5 Plus dilengkapi Advanced Driver Assistance System (ADAS) Level 2 dengan hingga 18 fungsi bantuan berkendara. Beberapa fitur yang tersedia meliputi Front & Rear Collision Warning, Lane Keeping Assist, Automatic Lane Change Assistance (ALCA), dan Automatic Parking Assist (APA).
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Solusi DFSK E5 Plus Menekan Biaya Mobilitas Harian, Mulai Rp300 Ribuan/Bulan Klik untuk baca: https://www.medcom.id/otomotif/mobil/nbw5vnEK-solusi-dfsk-e5-plus-menekan-biaya-mobilitas-harian-mulai-rp300-ribuan-bulan
(UDA)






Komentar (0)