Thailand Tutup Perbatasan dengan Myanmar Selama 7 Hari, Situasi Makin Memanas!

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Ketegangan di perbatasan Thailand dan Myanmar meningkat setelah serangkaian serangan pesawat nirawak atau drone dan bentrokan bersenjata terjadi di wilayah Myanmar. Merespons situasi tersebut, Thailand menangguhkan lalu lintas di sejumlah jalur perbatasan tidak resmi selama tujuh hari.

Penutupan berlaku di Provinsi Tak, Thailand barat, khususnya jalur-jalur di bagian selatan Jembatan Persahabatan Thailand-Myanmar ke-1. Kebijakan tersebut mencakup wilayah Mae Sot dan Phop Phra, mulai 30 Oktober hingga 5 November 2026.

Baca Juga :
Bakal Jajal Jepang dan Thailand, Ini Komentar Kurniawan Soal Peluang Timnas di Ajang Piala Asia 2027
Sukses Sebagai Super Sub, Ternyata Ini Rahasia Penampilan Keren Egy Maulana Vikri di FIFA ASEAN Cup

Langkah ini diambil setelah militer Myanmar melancarkan serangkaian serangan drone pada malam hari terhadap kelompok perlawanan di Distrik Myawaddy, Negara Bagian Karen. Wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Mae Sot di Thailand.

Situasi di sekitar garis perbatasan dilaporkan masih tegang. Kedua pihak bahkan memperkuat jumlah personel militer dan persenjataan di kawasan yang berdekatan dengan perbatasan.

Peluru Nyasar Masuk Wilayah Thailand

Penangguhan lalu lintas perbatasan diperintahkan Komandan Satuan Tugas Naresuan, Mayor Jenderal Prasarn Henprasert. Selain mempertimbangkan peningkatan bentrokan di Myanmar, keputusan tersebut juga diambil setelah sejumlah insiden peluru nyasar dan tembakan memasuki wilayah Thailand.

Insiden itu menyebabkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan. Seorang warga Thailand juga dilaporkan terluka akibat kejadian tersebut. Meski demikian, kondisi korban saat ini disebut telah stabil.

Untuk mengantisipasi dampak konflik meluas ke wilayahnya, Thailand meningkatkan pengamanan di kawasan perbatasan. Otoritas setempat mendirikan pos pemeriksaan dan memperketat patroli guna memantau situasi sekaligus melindungi masyarakat.

Penutupan jalur tidak resmi juga berdampak pada aktivitas lalu lintas dan perdagangan yang biasa berlangsung di kawasan tersebut selama periode pemberlakuan kebijakan.

PM Thailand Perintahkan Perlindungan Warga

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menegaskan pemerintah telah menginstruksikan otoritas daerah untuk memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan.

Ia menyatakan Thailand akan meningkatkan langkah-langkah pertahanan yang diperlukan untuk melindungi warga dari dampak konflik di negara tetangga.

Pemerintah Thailand kini berupaya menjaga keamanan wilayahnya di tengah meningkatnya aktivitas militer di sisi Myanmar. Penutupan jalur perbatasan tidak resmi selama tujuh hari menjadi salah satu langkah yang ditempuh untuk mengendalikan situasi dan mencegah insiden serupa kembali terjadi. (Ant)

Baca Juga :
Usai Bawa Timnas Indonesia Juara, Calvin Verdonk Titip Pesan Menyentuh untuk Anak-anak
Warga Thailand Buronan Kasus Korupsi Ditangkap di RI, Langsung Dideportasi
YouTuber Edward Halim Minta Maaf ke Komunitas LGBTQ+, Imbas Dihujat Usai Hina Penjual Baju di Thailand

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Layanan Deposit dan Penarikan Kripto Dibuka Lagi setelah Sempat Tutup Karena Anomali
• 20 jam lalu
0
thumb
Kadin Sulteng ajak Rusia investasi di pertanian
• 23 jam lalu
0
thumb
Jansen PD Respons Putusan MA: Gibran Mundur dari Wapres atau Dimundurkan
• 16 jam lalu
0
thumb
Terungkap! Segini Mas Kawin Pernikahan Asnawi Mangkualam dan Yuriska Patricia
• 4 jam lalu
0
thumb
Hadapi Musim Hujan, BNPB Terbitkan 8 Langkah Kesiapsiagaan 
• 13 jam lalu
0
Berhasil disimpan.