Pendampingan Agrorisk.id, Penyuluh Pertanian Barebbo Praktikkan Analisis Risiko Cuaca untuk Mendukung Keputusan Siklus Tanam

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemanfaatan teknologi digital dalam sektor pertanian tidak hanya membutuhkan ketersediaan aplikasi, tetapi juga kemampuan pengguna dalam memahami dan menerapkannya secara tepat.

Sebagai upaya memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu antara Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) dan Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan pendampingan penggunaan aplikasi Agrorisk.id kepada penyuluh pertanian di Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Tim terdiri atas Ika Reskiana Adriani, M.Si. dari Program Studi Sains Aktuaria dan Andri Dwi Utomo, S.Kom., M.T. dari Program Studi Artificial Intelligence ITH, serta Siti Hardiyanti Syam, S.P., M.Si. dari Program Studi Agribisnis Unhas. Pelaksanaan program ini juga melibatkan dua mahasiswa ITH, yaitu Rahmat dan Galuh Anugrah Pratama, sebagai bagian dari keterlibatan mahasiswa dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bagian da ri program pengabdian bertajuk “Penerapan Model Risiko Cuaca Berbasis Stokastik untuk Peningkatan Kapasitas Manajerial Penyuluh dan Penguatan Produksi Pertanian di Kecamatan Barebbo Kabupaten Bone.” Program ini mengintegrasikan pendekatan keilmuan aktuaria, kecerdasan artifisial, dan agribisnis untuk menghadirkan solusi berbasis data dalam menghadapi ketidakpastian cuaca yang memengaruhi aktivitas pertanian.

Pada kegiatan pendampingan ini, tim memberikan bimbingan teknis kepada peserta dalam mengoperasikan aplikasi Agrorisk.id, mulai dari memahami informasi cuaca berdasarkan lokasi, memasukkan parameter kondisi tanah, hingga membaca hasil analisis risiko dan rekomendasi yang dihasilkan sistem. Aplikasi ini dirancang sebagai pusat kendali siklus tanam yang mengintegrasikan informasi meteorologi secara real time, seperti curah hujan, suhu udara, kelembapan, kecepatan angin, tekanan udara, dan sejumlah parameter cuaca lainnya.

Salah satu fokus utama pendampingan adalah simulasi analisis risiko cuaca dan pengambilan keputusan siklus tanam. Dalam sesi ini, penyuluh diajak memahami bagaimana perubahan kondisi cuaca dan karakteristik lahan dapat memengaruhi risiko budi daya. Peserta mempraktikkan penggunaan aplikasi untuk dua komoditas pertanian, yaitu padi dan jagung, sehingga dapat memahami perbedaan kebutuhan serta pertimbangan pengelolaan pada masing-masing komoditas.

Melalui simulasi tersebut, peserta diperkenalkan pada proses pengambilan keputusan yang tidak hanya mempertimbangkan pengalaman dan pengamatan lapangan, tetapi juga memanfaatkan informasi kuantitatif sebagai dasar pertimbangan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu penyuluh memberikan rekomendasi yang lebih terukur kepada petani, khususnya dalam menghadapi perubahan pola cuaca dan ketidakpastian kondisi lingkungan selama siklus budidaya.

Selain praktik penggunaan aplikasi, kegiatan juga dilengkapi dengan evaluasi kemampuan peserta untuk mengetahui tingkat pemahaman dan keterampilan mereka dalam mengoperasikan Agrorisk.id. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan terhadap kemampuan peserta dalam mengakses informasi cuaca, menginput data kondisi tanah, menjalankan simulasi, serta menginterpretasikan informasi yang dihasilkan aplikasi.

Tahapan ini menjadi penting untuk memastikan bahwa proses transfer teknologi tidak berhenti pada pengenalan fitur, tetapi benar-benar menghasilkan peningkatan kemampuan pengguna. Tim juga melakukan identifikasi terhadap berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi implementasi aplikasi, baik dari aspek teknis penggunaan, pemahaman terhadap hasil analisis, maupun kesiapan penerapan teknologi dalam kegiatan penyuluhan sehari-hari.

Berbagai masukan dari peserta menjadi bahan evaluasi bagi tim pengembang untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dan menyempurnakan sistem agar semakin mudah dioperasikan serta sesuai dengan kondisi pertanian di lapangan. Keterlibatan langsung penyuluh dalam proses evaluasi juga menjadi bentuk pendekatan partisipatif dalam pengembangan teknologi, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan praktis masyarakat.

Tim pengabdian menyampaikan bahwa keberhasilan penerapan teknologi pertanian berbasis data sangat ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang menggunakannya. Oleh karena itu, pendampingan secara berkelanjutan diperlukan agar penyuluh tidak hanya mampu mengoperasikan aplikasi, tetapi juga dapat menerjemahkan hasil analisis menjadi informasi yang bermanfaat dalam proses pendampingan petani.

Melalui rangkaian pendampingan, simulasi, dan evaluasi ini, Agrorisk.id diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung bagi penyuluh dalam membangun pola pengambilan keputusan pertanian yang lebih adaptif, sistematis, dan berbasis data. Dalam jangka panjang, penguatan kapasitas penyuluh melalui pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan turut mendukung pengelolaan risiko cuaca dan keberlanjutan produksi pertanian di Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone.

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini memperoleh pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Program Hibah Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026. Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada DPPM Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, LPPM-PM ITH, BPP Kecamatan Barebbo, para penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program ini. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia dan Negara Produsen Sawit Perkuat Kerja Sama dengan China, Dorong Teknologi AI untuk Tingkatkan Produksi
• 7 jam lalu
0
thumb
Freeport Habiskan US$934 Juta untuk Pemulihan Tambang Grasberg
• 23 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Inggris: Tottenham Menang 2-0 atas Crystal Palace
• 15 jam lalu
0
thumb
Tak Terkait Kasus Pembakaran Warung Mi, 17 HP hingga Drone Dikembalikan
• 18 jam lalu
0
thumb
Mengapa Kita Suka Tontonan yang Menakutkan?
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.