Sering Kesemutan hingga Nyeri Otot, Kapan Keluhan Ini Perlu Diperiksa Dokter Saraf?

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

Sistem saraf memiliki peran penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari gerakan, sensasi, hingga kemampuan mengingat.

Sering Kesemutan hingga Nyeri Otot, Kapan Keluhan Ini Perlu Diperiksa Dokter Saraf? (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Kesemutan, nyeri otot, hingga gangguan tidur sering dianggap sebagai keluhan biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, jika muncul berulang atau disertai gejala lain, kondisi tersebut bisa membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

Sistem saraf memiliki peran penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, mulai dari gerakan, sensasi, hingga kemampuan mengingat. Karena itu, gangguan pada sistem ini dapat menimbulkan keluhan yang beragam, tergantung pada bagian saraf yang terdampak.

Baca Juga:
Punya Riwayat Kanker dalam Keluarga? Dokter Ingatkan Jangan Asal Tes Genetik

Salah satu keluhan yang perlu diperhatikan adalah kesemutan yang berlangsung terus-menerus atau sering kambuh. Meski bisa dipicu oleh posisi tubuh yang menekan saraf, kesemutan berulang juga dapat berkaitan dengan gangguan saraf tepi yang memerlukan evaluasi medis.

Begitu pula dengan nyeri otot yang tidak kunjung membaik, gangguan gerak, serta masalah memori dan kognitif. Pemeriksaan diperlukan untuk membantu menentukan penyebab keluhan dan penanganan yang sesuai.

Baca Juga:
Membaca Novel Jadi Strategi Mengurangi Brain Rot, Begini Penjelasan Dokter

Gangguan neurologis tidak hanya berkaitan dengan sakit kepala atau stroke. Masalah pada sistem saraf juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang menggerakkan tubuh, merasakan sentuhan, tidur, hingga menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan neurologi dapat membantu mengevaluasi berbagai keluhan tersebut. Jenis pemeriksaan yang dibutuhkan bergantung pada gejala dan dugaan penyebabnya.

Baca Juga:
5 Komplikasi Paling Umum Pada Pasien Anak Ginjal Kronik, Ini Kata Dokter

Sebagai contoh, Electromyography–Nerve Conduction Velocity (EMG-NCV) merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk mengevaluasi fungsi otot dan saraf tepi. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter menilai keluhan tertentu, seperti kelemahan otot atau kesemutan yang dicurigai berkaitan dengan gangguan saraf.

Sementara itu, pemeriksaan Transcranial Doppler (TCD) dapat digunakan untuk mengevaluasi aliran darah di pembuluh darah otak. Ada pula Carotid Duplex untuk menilai kondisi pembuluh darah karotis di leher yang memasok darah ke otak.

Berbagai pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari layanan neurologi Neuro360 yang diperkenalkan oleh Dharma Nugraha Hospital di Rawamangun, Jakarta Timur, pada Rabu (28/10/2026).

Layanan ini mencakup evaluasi risiko stroke, gangguan saraf tepi, gangguan tidur, masalah memori dan kognitif, serta gangguan gerak. Pemeriksaan dilakukan sesuai kebutuhan dan indikasi medis pasien.

Selain gangguan saraf, nyeri otot juga menjadi salah satu keluhan yang dapat memengaruhi aktivitas fisik. Rasa tidak nyaman setelah berolahraga memang bisa terjadi, tetapi nyeri yang menetap atau berulang perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya.

Salah satu metode yang bisa digunakan ialah dry needling. Teknik ini menggunakan jarum tipis steril yang dimasukkan ke area otot tertentu untuk membantu menangani keluhan nyeri otot dan gangguan muskuloskeletal pada kondisi yang sesuai.

Pilihan lainnya adalah localized cryotherapy, yakni terapi menggunakan suhu dingin yang diarahkan pada area tubuh tertentu. Metode ini dapat digunakan sebagai terapi pendukung untuk membantu penatalaksanaan nyeri pada kondisi tertentu.

Meski dapat menjadi pilihan bagi sebagian pasien, kedua metode tersebut tidak otomatis cocok untuk semua jenis nyeri. Penentuan terapi perlu mempertimbangkan penyebab keluhan, kondisi kesehatan, serta hasil pemeriksaan tenaga medis.

Pada kondisi tertentu, pasien juga mungkin memerlukan rehabilitasi atau penanganan lain untuk mengatasi penyebab utama nyeri, bukan sekadar meredakan gejalanya. 

Mengenali perubahan kondisi tubuh menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan saraf. Keluhan yang terus berulang, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui.

Masyarakat juga perlu mengenali tanda-tanda stroke, seperti wajah yang tiba-tiba menurun pada satu sisi, kelemahan mendadak pada lengan atau tungkai, serta gangguan bicara yang muncul tiba-tiba. Gejala tersebut membutuhkan pertolongan medis darurat dan tidak boleh menunggu jadwal konsultasi biasa.

Captain of Neuro360, dr. Zicky Yombana Babeheer, Sp.N, AIFO-K, DAIFIDN, CPS, menekankan pentingnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan saraf karena sistem ini berkaitan dengan berbagai fungsi tubuh.

“Kami ingin membantu masyarakat memahami bahwa kesehatan saraf berkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari gerakan tubuh, tidur, fungsi memori, hingga aktivitas fisik. Dengan pemeriksaan dan penanganan yang tepat, pasien dapat memperoleh arahan medis yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar dr. Zicky dalam keterangan resminya (1/11/2026). 

Dengan memahami gejala yang dialami dan tidak mengabaikan keluhan yang menetap, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga kesehatan saraf serta mempertahankan kualitas hidup.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pembunuhan Sadis Istri Siri dan Anak di Madiun, Dwi Bagus Idap NPD Superior
• 20 jam lalu
0
thumb
Penggerebekan Ponpes Sukoharjo, DPR RI Minta LPSK Beri Pendampingan Pulihkan Trauma Santriwati
• 19 jam lalu
0
thumb
Penampakan Paus Biru Raksasa 24 Meter Terdampar di Perairan NTT
• 14 jam lalu
0
thumb
Sejarah Baru Padel Indonesia, Timnas Putri Lolos ke FIP World Cup Qatar, Tim Putra Catat Kemenangan Perdana Internasional
• 3 jam lalu
0
thumb
5 Manfaat Membaca Buku 30 Menit Setiap Hari
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.