Perbedaan Harga Pangan Antarwilayah Tinggi, Wamentan Minta BUMD Turun Tangan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Saleh Mustafa meminta pemerintah daerah melalui badan usaha milik daerah (BUMD) turun tangan.

Perbedaan Harga Pangan Antarwilayah Tinggi, Wamentan Minta BUMD Turun Tangan.

IDXChannel - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Saleh Mustafa meminta pemerintah daerah melalui badan usaha milik daerah (BUMD) turun tangan mengatasi disparitas harga pangan antarwilayah. 

Salah satu langkah yang didorong yakni memperkuat koordinasi distribusi pangan agar komoditas dari daerah sentra produksi dapat menjangkau wilayah dengan harga lebih tinggi.

Baca Juga:
Bapanas Tegaskan Harga Pangan Tak Boleh Naik selama Nataru 2026 

Saleh mencontohkan disparitas harga cabai antara Magelang dan Papua. Berdasarkan temuannya saat berkunjung ke Magelang, petani cabai di daerah tersebut telah menggunakan sistem lelang yang terbuka secara nasional dengan harga sekitar Rp45.000 per kg. Sementara itu, harga cabai di Papua bisa mencapai Rp250.000 per kg.

"Satu hal yang saya temukan kemarin pada saat saya berkunjung ke Magelang, distribusi cabai nih, yang inflasi kan cabai ya. Ini ternyata di petani cabai di sana dia sudah menggunakan sistem lelang, kemudian lelang itu open seluruh nasional, harganya flat kemarin Rp45.000 per kg. Tapi kalau di Papua kan Rp250.000 per kilo," ungkap Saleh dalam Rembuk Nasional Pemuda Indonesia (RPNPI) ke-3 di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga:
Harga Pangan Hari Ini 26 Oktober 2026 Mayoritas Naik, Cek Selengkapnya

Menurutnya, perbedaan harga yang cukup jauh tersebut perlu diintervensi melalui kerja sama antarpemerintah daerah. BUMD di wilayah yang mengalami harga tinggi, seperti Papua, diharapkan dapat berkoordinasi dengan koperasi untuk membeli komoditas langsung dari daerah produsen.

"Nah ini kan disparitasnya sangat jauh. Nah kita ingin agar ada kerja sama Pemerintah Daerah untuk melakukan intervensi sehingga mungkin Badan Usaha Daerah di Papua ya bisa melakukan koordinasi sehingga koperasi ini bisa cabai ini bisa dibeli dari pemerintah atau badan usaha daerahnya," lanjutnya.

Baca Juga:
Kementerian ESDM Temukan Dugaan Penyimpangan Distribusi Solar B50 406 KL di Semarang

Saleh menilai, salah satu persoalan dalam rantai distribusi pangan adalah panjangnya jalur perdagangan yang melibatkan perantara atau middleman. Praktik tersebut dinilai turut memengaruhi harga komoditas yang diterima konsumen, termasuk beras.

Ia mengatakan, keberadaan tengkulak sudah melekat dalam ekosistem perdagangan hasil pertanian. Karena itu, pemerintah akan melakukan intervensi secara bertahap dengan melibatkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

"Middleman ini ya tengkulaklah bahasanya ya, yang memang secara budaya itu memang ada di lingkungan kehidupan petani kita. Nah ini memang pelan-pelan nanti kita akan intervensi dengan peran dari koperasi KDKMP ini ya," ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Deretan Mobil Modifikasi di kumparan Automotive Fun Day di WTC Mangga Dua
• 2 jam lalu
0
thumb
Rubio Bilang AS Tak Terlibat Langsung Kaburnya Flavio Bolsonaro dari Brazil
• 3 jam lalu
0
thumb
Terpopuler Kemarin: Jenazah Pria Pelaku Penusukan Nyangkut hingga Polda Metro Minta Maaf
• 7 jam lalu
0
thumb
5 Makhluk Mitologi Jepang dengan Kisah Paling Menyeramka
• 22 jam lalu
0
thumb
Projo Klaim Wacana Pemakzulan Gibran justru Targetkan Prabowo: Setelah Wapres, Presiden Berikutnya
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.