Kadin: Investasi Dalam Negeri Tembus Rp 2.000 triliun di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengatakan, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam keterangan Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu, ia menyebut capaian tersebut mencerminkan kuatnya kepercayaan pengusaha nasional terhadap prospek perekonomian Indonesia. Menurutnya, ini menunjukkan peran penting pengusaha nasional, termasuk pelaku usaha kelas menengah, dalam menggerakkan perekonomian.

Baca Juga :
Datangi Rumah Prabowo, Khozinudin Bawa Surat Desakan Gibran Mundur, Begini Nasibnya
Prabowo Sebut Pendidikan Butuh Investasi yang Besar, Akui Korupsi Sesungguhnya Awal Kehancuran Bangsa

"Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat," ujar Anindya dalam Taklimat Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dikutip Minggu (1/11/2026).

Anindya menilai investasi domestik juga menjadi modal penting untuk memperluas keterlibatan dunia usaha dalam pembangunan nasional. Terlebih, kontribusi sektor swasta terhadap perekonomian masih memiliki ruang yang sangat besar untuk terus ditingkatkan.

Ia menyebut dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang mencapai sekitar Rp25.000 triliun, kontribusi APBN sekitar Rp4.000 triliun. Sementara itu, sekitar 85 persen aktivitas ekonomi lainnya menjadi ruang bagi dunia usaha untuk berkontribusi.

Lebih lanjut, Anindya menyampaikan komitmen Kadin untuk mendorong investasi pada industri masa depan, selain memperkuat sektor industri yang telah berkembang saat ini.

Sejumlah sektor yang menjadi perhatian dunia usaha antara lain kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center). Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal.

"Bukan saja untuk industri-industri yang sekarang, tapi industri masa depan. Seperti industri EV, renewable energy, data center yang memang komponen lokalnya juga banyak. Bapak dan tentunya Pak Presiden, tema Rapimnas kali ini adalah ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia," katanya.

Anindya juga menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan di tengah berbagai gejolak global. Ia menyebut Indonesia tetap menjadi salah satu titik terang perekonomian dunia atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF).

Menurut Anindya, penguatan investasi domestik perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas pengusaha daerah dan pelaku usaha menengah agar dapat berkembang serta naik kelas.

Baca Juga :
Suahasil Pede Investasi di RI Tumbuh 7% pada 2027, Ini Faktornya
Prabowo: Kalau Kita Tak Belajar Sejarah, Kita Akan Ulangi Kesalahan Pemimpin Terdahulu
Teddy Indra Wijaya Pimpin Daftar Pejabat Berkinerja Terbaik, Amran Sulaiman Menyusul

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Jadi Negara dengan Spam Call Tertinggi di Asia Pasifik, Awas Jangan Asal Angkat Telepon!
• 18 jam lalu
0
thumb
Harga BBM Terbaru 1 November 2026 di Semua SPBU
• 5 jam lalu
0
thumb
Bapanas: Temuan 600 ton beras SPHP dioplos rugikan negara Rp3,3 miliar
• 13 jam lalu
0
thumb
PSIM Vs Borneo FC: Reva Adi Utama Kembali ke SSA dengan Seragam Berbeda, Tegaskan Profesionalisme
• 22 jam lalu
0
thumb
Polda Metro Kembalikan Sepeda Motor Curian ke Korban
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.