Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Setahun, Turun 3 Persen Sepekan

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam setahun pada perdagangan Jumat (30/10/2026), terseret aksi jual di pasar saham teknologi.

Harga Emas Jatuh ke Level Terendah Setahun, Turun 3 Persen Sepekan. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga emas dunia jatuh ke level terendah dalam setahun pada perdagangan Jumat (30/10/2026), terseret aksi jual di pasar saham teknologi di tengah kekhawatiran bahwa besarnya belanja kecerdasan buatan (AI) belum mampu memberikan imbal hasil yang memadai.

Harga emas spot turun 3,60 persen menjadi USD3.875,64 per troy ons, level terendah sejak Oktober 2025. Dalam sepekan, harga emas telah terkoreksi 3,01 persen.

Baca Juga:
Saham HSC Keluar dari Pembobotan IHSG Mulai Besok, Bank Besar Makin Dominan

Tekanan lebih dalam terjadi pada logam mulia lainnya.

Harga perak anjlok 5,78 persen menjadi USD49,13 per troy ons, menembus level USD50 untuk pertama kalinya dalam 11 bulan.

Baca Juga:
IHSG Pekan Depan Masih Berpeluang Menguat, Simak Analisa 4 Saham Berikut

Sementara itu, harga paladium turun hingga berada di bawah USD1.000 per troy ons.

"Langit sedang runtuh," kata trader logam independen Tai Wong, seperti dikutip Reuters. Menurut dia, logam mulia tidak dapat sepenuhnya menghindari tekanan ketika pasar saham mengalami koreksi tajam.

Baca Juga:
Harga Referensi CPO Turun di November 2026, Tarif Bea Keluar Jadi USD124 per Metrik Ton

"Pendapatan menjadi fondasi reli saham-saham AI dan kini fondasi tersebut mulai menunjukkan keretakan," ujarnya.

Analis Commerzbank mengatakan aksi jual tajam saham teknologi pada Jumat kemungkinan memicu penjualan paksa pada aset safe haven seperti emas, sekaligus mendorong margin call. Namun, mereka memperkirakan harga logam mulia akan kembali pulih.

Harga emas telah turun sekitar 30 persen sejak mencapai rekor tertinggi USD5.595 per troy ons pada Januari 2026.

Pelemahan tersebut terjadi di tengah ekspektasi bahwa suku bunga akan bertahan lebih tinggi dalam waktu lebih lama, sementara permintaan emas di Asia juga masih relatif lemah.

Meski demikian, sejumlah analis menilai permintaan dari bank sentral cenderung menguat ketika harga emas berada di bawah USD4.000 per troy ons.

Berbeda dengan emas, tiga logam mulia putih, yakni perak, platinum, dan paladium, tidak memiliki penopang yang sama dari pembelian bank sentral maupun permintaan aset safe haven dalam beberapa tahun terakhir.

Sepanjang pekan ini, harga perak, platinum, dan paladium masing-masing anjlok sekitar 7 persen hingga 9 persen.

Penurunan tersebut membawa Relative Strength Index (RSI) ketiga logam tersebut jauh ke zona jenuh jual atau oversold untuk pertama kalinya dalam tiga tahun, mencerminkan kuatnya momentum bearish saat ini.

"Yang sangat mengkhawatirkan bagi logam-logam putih adalah penurunannya berlangsung secara bertahap dan tanpa henti, bukan lonjakan tajam yang kemudian segera pulih," kata Wong. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Terima Anggota Kadin di Hambalang, Ini yang Dibahas
• 16 jam lalu
0
thumb
Viral! Detik-detik Mencekam Polisi dan BNN Turun dari KRL, Serbu Markas Narkoba di Kampung Bahari, Begini Kronologinya
• 1 jam lalu
0
thumb
Peringatkan AS, Pemimpin Tertinggi Iran Perintahkan Pembalasan Tanpa Batas Geografis Jika Diserang
• 15 jam lalu
0
thumb
Ketika antrean panjang berlalu, geliat kembali normal
• 8 jam lalu
0
thumb
Hasil Studi Ungkapkan Kaitan Polusi Udara dengan Risiko Katarak dan Glaukoma
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.