Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei mengatakan Teheran akan menentukan "waktu dan kondisi" berakhirnya konflik jika musuh kembali melancarkan serangan.
"Jika musuh kembali melancarkan serangan militer atau teroris, angkatan bersenjata Republik Islam Iran bersama rakyat Iran yang akan menentukan waktu dan kondisi berakhirnya serangan tersebut," kata Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Pernyataan itu disampaikan setelah Khamenei bertemu dengan sejumlah pejabat senior militer, menurut laporan IRIB.
Dalam pertemuan tersebut, Khamenei menginstruksikan para komandan senior untuk memberikan "respons segera dan efektif, tanpa batasan geografis, terhadap setiap potensi ancaman musuh."
Ia juga memerintahkan pembaruan daftar target guna memastikan seluruh aset Amerika Serikat (AS) dan Israel berada dalam jangkauan angkatan bersenjata Iran, menurut pernyataan tersebut.
Pernyataan Mojtaba Khamenei muncul setelah juru bicara Angkatan Darat Iran, Mohammad Akraminia, mengatakan pada Sabtu bahwa perang baru akan meluas ke wilayah yang jauh lebih besar jika Presiden AS Donald Trump kembali melakukan tindakan militer di kawasan bersama Israel.
Ketegangan di Timur Tengah masih tinggi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu serangan balasan Iran di kawasan tersebut.
Meski upaya diplomatik telah dilakukan dan Washington serta Teheran menandatangani nota kesepahaman pada Juni, ketegangan masih berlanjut terkait pengaturan keamanan dan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Tegaskan Syarat Iran Harus Dipenuhi untuk Akhiri Perang





Komentar (0)