Dikritik Gegara Deklarasi Sumpah Pemuda, Polda Metro Jaya Minta Maaf

jpnn.com
57 menit lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait pemberitaan yang beredar mengenai pelaksanaan Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026.

“Atas nama Polda Metro Jaya, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat. Kami memahami kegiatan tersebut menimbulkan beragam tanggapan, dan setiap kritik yang disampaikan, kami terima dengan lapang dada untuk menjadi evaluasi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.

BACA JUGA: Hadiri Deklarasi Sumpah Pemuda di HI, Raffi Ahmad dan Willie Salim Dihujat Warganet

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Polda Metro Jaya di depan Pos Polisi (Pospol) Thamrin, Jakarta Pusat, pada Kamis (29/10).

Dia mengatakan deklarasi itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

BACA JUGA: Akui Hanya Diundang Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Klarifikasi Begini

Sejumlah tokoh publik turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad serta kreator konten Willie Salim.

“Saudara Raffi Ahmad dan Saudara Willie Salim datang atas undangan kami selaku penyelenggara. Keduanya berniat baik untuk turut memaknai Sumpah Pemuda,” ujar Budi.

BACA JUGA: Ada Kabar Penangkapan 6 Aktivis Greenpeace, Polda Metro Jaya Membantah

Lebih lanjut, dia menegaskan pihak kepolisian menghormati setiap aspirasi dan kritik yang disampaikan oleh masyarakat.

“Sumpah Pemuda mengajarkan persatuan, dan nilai itu ingin kami jaga bersama seluruh elemen bangsa. Setiap masukan akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan kami terus menjadi lebih baik,” tutur Budi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menggelar Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia Tahun 2026 bersama dengan jajaran mahasiswa dan tokoh masyarakat di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Kamis (29/10)

Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad mengapresiasi tinggi semangat para pemuda yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dia juga mengingatkan tantangan generasi muda saat ini telah bergeser seiring pesatnya perkembangan teknologi.

“Kalau di zaman dulu, mungkin kita melawan dengan bambu runcing, untuk sekarang kita melawan hoaks dari media sosial, melawan ujaran kebencian, melawan provokasi. Yang pastinya, jangan sampai pemuda dan pemudi kita terpecah belah," ungkap Raffi.

Dia pun mengajak seluruh pemuda untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tersebut diikuti oleh sekitar 100 mahasiswa.

Pada kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menegaskan agenda tersebut bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan wadah nyata untuk mempererat silaturahmi antara mahasiswa, masyarakat, dan jajaran aparat pengamanan.

“Kami berharap dengan adanya agenda ini, bukan sifatnya hanya seremonial menyampaikan deklarasi, tapi ini menjadikan kita satu. Generasi muda memiliki peran penting untuk terus membangun hal-hal positif dan berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” imbuh Budi. (ant/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tangkap Pelaku Pembacokan Bobotoh di Bogor, Polisi Jelaskan Kronologi Kejadian


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Misteri Galian Proyek yang Telan Nyawa Bocah di Jakut, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
• 32 menit lalu
0
thumb
Persaingan Bergeser, Produsen Elektronik Perluas Pasar AC
• 20 jam lalu
0
thumb
Para Pengurus Daerah Tolak Pemberhentian Agus & Yasin dari PPP
• 11 jam lalu
0
thumb
6 Cara Mengurangi Barang yang Tidak Lagi Digunakan di Rumah
• 19 jam lalu
0
thumb
Ungu rayakan 30 tahun berkarya lewat konser Waktu Yang Dinanti
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.