Kemendagri Siapkan Sistem Peringatan Banjir Terpadu untuk Wilayah Perkotaan

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Banjir perkotaan tidak hanya menimbulkan kerusakan rumah dan infrastruktur, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi, transportasi, hingga pelayanan publik. 

Dalam situasi seperti ini, kecepatan pemerintah memperoleh informasi dan mengoordinasikan bantuan menjadi faktor penting untuk mengurangi dampak bencana.

Persoalannya, informasi mengenai banjir sering kali tersebar di berbagai instansi. Data mengenai potensi ancaman, wilayah terdampak, kondisi masyarakat, hingga kebutuhan bantuan tidak selalu berada dalam satu sistem yang mudah diakses bersama. 

Akibatnya, koordinasi dan pengambilan keputusan berpotensi menghadapi hambatan ketika respons cepat dibutuhkan.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Pemerintah tengah membahas pengembangan sistem informasi penanganan banjir yang menghubungkan data antarlembaga, termasuk memperkuat peringatan dini. 

Salah satu target yang dibahas adalah verifikasi laporan banjir maksimal satu jam dan penanganan di lapangan paling lambat 24 jam.

Kemendagri Bahas Sistem Informasi untuk Mempercepat Respons Banjir

Kemendagri menggelar rapat identifikasi kebutuhan dan analisis pengembangan sistem informasi kebencanaan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada 29–31 Oktober 2026. Salah satu pembahasan utamanya adalah penguatan sistem informasi untuk mendukung peringatan dini dan penanganan banjir perkotaan.

Mengutip ANTARA, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Kementerian Komunikasi dan Digital.

Analis Kebencanaan Ahli Muda Direktorat Pemetaan dan Evaluasi Bencana BNPB, Dr. Sesa Wiguna, menjelaskan bahwa sistem peringatan dini yang mengacu pada kesepakatan komunitas global mencakup empat komponen utama, yakni pengetahuan risiko, pemantauan, diseminasi informasi, dan aksi.

Keempat komponen tersebut saling berkaitan. Informasi mengenai potensi bahaya tidak akan cukup membantu jika tidak disertai pemantauan kondisi terkini, penyampaian peringatan kepada masyarakat, serta tindakan yang harus dilakukan ketika ancaman muncul.

Dalam kajian risiko bencana, BNPB juga mengidentifikasi tiga aspek penting. Pertama, bahaya yang menggambarkan fenomena atau ancaman yang berpotensi terjadi. Kedua, kerentanan yang menunjukkan objek maupun kelompok masyarakat yang dapat terdampak. Ketiga, kapasitas yang berkaitan dengan kemampuan dan sumber daya untuk menghadapi bencana.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga BBM di Seluruh SPBU RI per 1 November 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Polda Jateng Pastikan Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Libatkan Polwan hingga RT
• 18 jam lalu
0
thumb
Dipercaya Kolaborasi di Konser 30 Tahun Ungu, Lesti Kejora Ungkap Harapan Ingin Ikuti Jejak Pasha Cs
• 19 jam lalu
0
thumb
BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jakarta Besok Senin 2 November 2026: Waspada Sore Hujan
• 2 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Voli Vietnam 2026: Boy Arnez Kembali Starter! Berhasil Bawa LPBank Ninh Binh Taklukan TP Ho Chi Minh
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.