Bicara di World Stroke Day, Terawan Tegaskan Komitmen Prabowo soal Layanan Kesehatan

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus berusaha mewujudkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik di bidang kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Upaya dalam mewujudkan komitmen itu juga menjangkau para penderita strok.

BACA JUGA: Hadiri Konferensi di Korea, dr. Terawan Beber Cara Indonesia Manfaatkan Telemedisin

Hal tersebut disampaikan Penasihat Khusus Presiden Bidang Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam acara World Stroke Day atau Hari Strok Sedunia di Jakarta, baru-baru ini.

Pensiunan TNI berlatar belakang dokter itu menjelaskan hal penting soal strok ialah upaya pencegahannya dan membiasakan hidup sehat.

BACA JUGA: Respons Isu PHK Karyawan Tokopedia, Penasihat Khusus Presiden Bakal Temui Manajemen

“Momentum World Stroke Day 2026 ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkuat kampanye kesadaran masyarakat tentang bahaya strok,” kata Terawan melalui siaran pers kantornya, Jumat (30/10).

Dalam kesempatan itu, Terawan menegaskan pentingnya mengenali gejala dan tanda-tanda strok sedini mungkin.

BACA JUGA: Boyamin Saiman Layangkan Protes kepada Kepala BGN dan Presiden soal Kebijakan MBG

Mantan ketua Tim Dokter Kepresidenan itu menjelaskan gejalanya yang muncul secara tiba-tiba bisa dikenali melalui perubahan bentuk wajah pada salah satu sisi, kelemahan pada lengan atau kaki, dan gangguan dalam berbicara maupun memahami pembicaraan.

Oleh karena itu, orang yang terkena strok dalam kondisi gawat darurat secara medis sehingga membutuhkan penanganan cepat dan tepat.

Menurut Terawan, untuk memudahkan upaya mengetahui gejala strok tersebut bisa menggunakan metode face, arms, speech, tim (FAST), yakni dengan mengenali perubahan pada wajah, kelemahan lengan, gangguan bicara, dan pentingnya mencari pertolongan medis secepat mungkin.

Lebih lanjut Terawan mengatakan hal yang juga penting untuk dilakukan ialah memberikan dukungan kepada seluruh penyintas strok yang terus berjuang.

Sebab, para penderita strok tidak bisa dibiarkan sendirian tanpa dukungan pihak lain.

“Dukungan keluarga, pendampingan tenaga kesehatan, lingkungan yang inklusif, serta perhatian pemerintah merupakan bagian penting dalam membantu proses pemulihan,” ujar terawan.

Selain itu, Terawan juga membeber upaya pemerintah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.

Profesor kehormatan bidang kedokteran militer di Universitas Pertahanan itu menegaskan pengembangan iptek di bidang kesehatan juga demi kepentingan masyarakat.

“Pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen untuk menciptakan rasa aman dalam kesehatan masyarakat. Ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan terus dikembangkan di era pemerintahan saat ini sehingga proses pencegahan dan penindakan terkait penyakit akan dilakukan lebih baik lagi,” ucapnya. (jpnn.com)


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : JPNN.com


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Xabi Alonso meminta Chelsea tampil terbaik hadapi MU
• 15 jam lalu
0
thumb
Budi Gunadi Sadikin Masuk Daftar Tujuh Calon Direktur Jenderal WHO
• 10 jam lalu
0
thumb
”In This Economy”, ke Mana Kita Pergi untuk Melepas Penat?
• 10 jam lalu
0
thumb
Polisi Ungkap Perdagangan Orang Modus Prostitusi Daring, Korban Anak di Bawah Umur | KOMPAS SIANG
• 7 jam lalu
0
thumb
OJK Denda Tigonis Capital Cs Rp 100 M Lebih dalam Kasus IPO CUAN
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.