Bukan Hanya Umat Islam, Kemenhaj Buka Peluang Nonmuslim Jadi Petugas Haji, Dahnil Anzar Buka Suara!

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak mendorong keterlibatan masyarakat lintas agama untuk ikut mendukung pelayanan jemaah haji Indonesia.

Melalui gagasan tersebut, masyarakat nonmuslim atau bukan beragama Islam juga berpeluang menjadi petugas haji, khususnya yang bertugas di embarkasi dan debarkasi di Indonesia.

Dahnil mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan masyarakat yang memiliki latar belakang agama, budaya, dan tradisi yang beragam. 

Kondisi tersebut seharusnya menjadi kekuatan dalam membangun pelayanan publik yang mengedepankan nilai kemanusiaan dan gotong royong.

BACA JUGA:Kabar Gembira! ASDP Gratiskan 100 Persen Tarif Jasa Pelabuhan Saat Nataru 2026-2027, Ini Syarat dan Jadwalnya

Menurutnya, pelayanan kepada jemaah haji tidak harus hanya melibatkan umat Islam. Masyarakat dari agama lain juga dapat memberikan kontribusi melalui tugas pelayanan dan dukungan operasional selama proses keberangkatan maupun kepulangan jemaah.

"Fokus kita adalah memastikan jemaah haji menjadi simbol toleransi bagi umat beragama. Nantinya, petugas-petugas haji dapat melibatkan saudara-saudara kita dari kalangan Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan sebagainya," ujar Dahnil di Manado, Jumat (30/10/2026).

Gagasan ini sekaligus menjadi upaya menghadirkan toleransi dalam bentuk nyata. Tidak hanya sebatas slogan atau ajakan untuk saling menghormati, tetapi juga diwujudkan melalui kerja sama masyarakat dari berbagai latar belakang agama.

Dahnil menjelaskan, peluang keterlibatan masyarakat nonmuslim difokuskan pada pelayanan haji di dalam negeri, terutama di embarkasi dan debarkasi.

Petugas embarkasi memiliki peran membantu proses keberangkatan jemaah sebelum mereka terbang menuju Arab Saudi. Sementara itu, petugas debarkasi membantu proses kepulangan jemaah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

Dengan skema tersebut, masyarakat Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, dan agama lainnya dapat ikut berkontribusi dalam mendukung kelancaran pelayanan jemaah di Tanah Air.

Pelibatan ini juga memperlihatkan bahwa pelayanan publik merupakan tanggung jawab bersama. Meskipun ibadah haji merupakan kewajiban umat Islam, dukungan terhadap kelancaran penyelenggaraannya dapat melibatkan masyarakat secara lebih luas.

Dahnil menilai, semangat kemanusiaan dan persaudaraan tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan keyakinan. Karena itu, penyelenggaraan haji bisa menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan antarkelompok masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil juga menyoroti Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah yang memiliki kehidupan masyarakat dengan keberagaman agama yang kuat.

BACA JUGA:8 Pemda dan 80 Perusahaan Raih Satya JKN Awards 2026, Ini Komitmen BPJS Kesehatan

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jaga Warga Tak Dikerahkan Saat Bentrok Malioboro, Sultan Minta Provokator Aksi Anarkis Diproses Hukum
• 5 jam lalu
0
thumb
Dwi Bagus Pembunuh Dini Ganti Nama Jadi Amanullah saat Sembunyi di Jombang
• 21 jam lalu
0
thumb
Kapolda Jateng Sebut Ponpes Terkait Kasus Penyerangan Mi Babi di Sukoharjo Tak Terdaftar Kemenag
• 8 jam lalu
0
thumb
Gubernur Bali Wayan Koster Buka Suara Soal Video Viral Emosi ke Petugas SPBU: Itu Salah Saya
• 14 jam lalu
0
thumb
Tebing 30 Meter di Jember Longsor usai Diguyur Hujan Deras, Belasan Rumah Terancam
• 38 menit lalu
0
Berhasil disimpan.