Gen Z Jerman Gelar Aksi Nasional, Protes Rencana Hidupkan Kembali Wajib Militer

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Berlin: Puluhan ribu pelajar dan mahasiswa diperkirakan menggelar demonstrasi di berbagai kota di Jerman pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dalam memprotes pemangkasan anggaran sosial dan rencana pemerintah menghidupkan kembali wajib militer.

Demonstrasi yang diorganisasi oleh inisiatif pemuda baru bernama Gen Z Regelt, yang berarti "Gen Z Mengambil Kendali," juga akan menuntut peningkatan anggaran pendidikan serta langkah-langkah untuk mengatasi krisis biaya hidup.

Mengutip dari Anadolu Agency, aksi unjuk rasa besar direncanakan berlangsung di Berlin, Hamburg, Munich, Frankfurt, dan Cologne. Demonstrasi tambahan juga dijadwalkan digelar di 29 kota lainnya.

Menurut penyelenggara, hampir 175.000 orang telah mendaftarkan diri secara daring untuk mengikuti aksi tersebut.

Inisiatif yang terdiri atas pelajar sekolah menengah dan mahasiswa itu menyatakan melalui situs webnya bahwa mereka menolak kekerasan dan berencana menggelar demonstrasi secara damai.

Kelompok tersebut mengkritik pemangkasan anggaran sosial, penanganan pemerintah terhadap krisis iklim, serta apa yang mereka nilai sebagai kegagalan pemerintah dalam merespons kekhawatiran anak muda mengenai perang dan konflik.

Mereka juga menentang rencana menghidupkan kembali wajib militer dan mendesak pemerintah meningkatkan investasi di bidang pendidikan.

Meski awalnya mendapat dukungan dari sejumlah kelompok pemuda, beberapa organisasi kemudian menarik diri dari seruan demonstrasi tersebut pada pekan lalu.

Organisasi pelajar terbesar di Jerman, BSK, serta Jusos, sayap pemuda Partai Sosial Demokrat yang berhaluan kiri-tengah, menyatakan mundur karena kurangnya transparansi.

Keduanya menggambarkan inisiatif tersebut sebagai koalisi longgar berbasis internet. Mereka menilai tidak jelas siapa pihak di balik seruan demonstrasi dan penyelenggara sulit dihubungi menjelang pelaksanaan aksi di sejumlah daerah. Polisi Bersiap Mengantisipasi Kericuhan Kepolisian Jerman mengumumkan rencana pengerahan personel dalam jumlah besar di sejumlah kota menjelang demonstrasi pada Sabtu.

Sejumlah pemilik toko dan butik mulai memasang papan pelindung pada bangunan usaha mereka. Beberapa toko mewah di pusat kota Berlin, Frankfurt, dan Cologne terlihat ditutupi papan kayu.

Di negara bagian Rhine-Westphalia Utara, wilayah terpadat di Jerman, polisi, Kementerian Dalam Negeri, dan badan intelijen domestik meningkatkan kesiagaan.

Menurut penyelenggara, sekitar 44.000 orang telah mendaftar melalui situs web inisiatif tersebut untuk mengikuti demonstrasi di wilayah itu, termasuk di Cologne, Düsseldorf, dan Dortmund.

Menteri Dalam Negeri Rhine-Westphalia Utara Herbert Reul mengatakan demonstrasi merupakan kegiatan yang sah. Namun, ia memperingatkan aparat tidak akan membiarkan kelompok ekstremis memanfaatkan aksi tersebut untuk melakukan kekerasan.

"Gambaran dari Prancis dan Italia sangat mengejutkan. Sejumlah ekstremis sayap kiri tampaknya kini juga ingin melakukan mobilisasi di sini," kata Reul kepada media lokal.

"Siapa pun yang menyalahgunakan demonstrasi di Rhine-Westphalia Utara untuk mengorganisasi kebencian dan kekacauan akan berhadapan dengan kepolisian yang akan bertindak tegas. Kami tidak akan membiarkan gerombolan yang merusak kota-kota kami," tambahnya.

Baca juga: Protes Biaya Hidup, Gen Z Jerman Serukan Demo Nasional pada Akhir Oktober


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BGN Suspend 6.097 SPPG yang Tidak Tertib Sampaikan LPDH
• 12 jam lalu
0
thumb
Ramp Check Bus hingga Pesawat Diperketat Jelang Libur Nataru 2026/2027
• 8 jam lalu
0
thumb
Pasha Curhat Soal Celana Melorot di Konser 3 Dekade Ungu
• 17 jam lalu
0
thumb
Putusan MA Picu Perbedaan Sikap Partai Politik, Gibran Didesak Mundur, Ini Kata Pengamat
• 1 jam lalu
0
thumb
Pramono Anung Bakal Ubah Pasar Baru Jadi Pusat Kuliner 24 Jam seperti Myeongdong Korea
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.