Nelayan Salomate Praktik Olah Ikan Sapu-Sapu Menjadi Pelet, Didampingi Tim STMIK Amika Soppeng

harianfajar
2 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, SOPPENG — Kelompok Nelayan Lamappadeceng di kawasan Salomate, Kelurahan Limpomajang, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, mulai mengolah ikan sapu-sapu hasil tangkapan menjadi pelet melalui pelatihan dan pendampingan tim Pengabdian kepada Masyarakat STMIK Amika Soppeng, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya memanfaatkan hasil tangkapan yang selama ini belum dikelola secara optimal sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi bagi nelayan.

Sebanyak 10 anggota Kelompok Nelayan Lamappadeceng mengikuti pelatihan yang juga dihadiri penyuluh perikanan serta perwakilan tata usaha UPTD Pendaratan Ikan Perairan Darat Salomate, Kabupaten Soppeng.

Program tersebut merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM), dalam ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun Anggaran 2026.

Mengusung tema “Pemberdayaan Kelompok Nelayan Salomate dalam Pengelolaan Ikan Sapu-Sapu untuk Pengurangan Limbah dan Penguatan Ekonomi Berkelanjutan”, kegiatan ini mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Tim pelaksana dipimpin ZH. Nurul Kusumawardhani, S.A.P., M.Tr.A.P., bersama dua anggota, yakni Amriadi, S.Pd., M.Pd., dan Sri Wulandari, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan dua mahasiswa.

Adapun kelompok nelayan yang menjadi mitra program adalah Lamappadeceng yang diketuai Mustar dan beraktivitas di kawasan Salomate.

Melalui program tersebut, tim STMIK Amika Soppeng memperkenalkan teknologi pengolahan ikan sapu-sapu agar hasil tangkapan yang belum termanfaatkan dapat diolah menjadi produk pelet yang memiliki potensi nilai tambah.

Pendekatan ini tidak hanya diarahkan untuk mengurangi limbah hasil tangkapan, tetapi juga memberikan keterampilan alternatif kepada nelayan agar dapat mengembangkan kegiatan produktif di luar aktivitas penangkapan ikan.

Pelatihan pada Jumat tersebut merupakan tahapan lanjutan setelah sebelumnya tim melaksanakan sosialisasi dan pelatihan awal bersama kelompok nelayan.

Pada tahap ini, peserta mendapatkan pendampingan teknis mengenai penyiapan bahan, proses pengolahan, pencampuran, hingga pencetakan pelet menggunakan mesin yang disediakan melalui program.

Anggota kelompok dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan agar memahami alur produksi sekaligus mengenali fungsi dan cara penggunaan peralatan.

Dengan metode praktik bersama, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan secara teori, tetapi juga berkesempatan mencoba sendiri proses pengolahan hingga menghasilkan produk.

Hasil pelatihan tersebut berupa pelet berbahan dasar ikan sapu-sapu yang menjadi capaian awal penerapan teknologi pengolahan bersama kelompok nelayan.

Produk yang dihasilkan selanjutnya dapat menjadi bahan evaluasi untuk menilai konsistensi proses produksi, kualitas hasil, serta kemungkinan pengembangan pemanfaatannya sebagai pakan.

Meski demikian, pengembangan produk tetap membutuhkan pengujian dan penilaian mutu agar kelayakan serta manfaatnya dapat dipastikan sebelum diproduksi dan dimanfaatkan lebih luas.

Selain keterampilan teknis, program ini juga mendorong keterlibatan seluruh anggota kelompok dalam pengelolaan kegiatan produksi.

Pembagian tugas diharapkan dapat diterapkan mulai dari penyiapan bahan baku, pengoperasian dan pemeliharaan mesin, hingga pencatatan hasil produksi.

Pola kerja tersebut dinilai penting untuk membangun pengelolaan kelompok yang lebih teratur sehingga setiap tahapan produksi dapat dipantau dan dievaluasi bersama.

Kelompok juga didorong melakukan pencatatan kebutuhan bahan baku, biaya operasional, hasil produksi, serta berbagai kendala yang muncul selama proses pengolahan sebagai dasar perencanaan usaha.

Kehadiran penyuluh perikanan dan perwakilan UPTD Pendaratan Ikan Perairan Darat Salomate turut memperkuat komunikasi antara kelompok nelayan, perguruan tinggi, dan unsur pendamping di wilayah setempat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan program serta membantu kelompok menyesuaikan pengembangan kegiatan dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimiliki.

Kelompok Nelayan Lamappadeceng menyampaikan apresiasi kepada DPPM, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, serta Kemdiktisaintek atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026, termasuk bantuan teknologi berupa mesin pengolahan bagi kelompok.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada tim STMIK Amika Soppeng atas pelatihan dan pendampingan, serta penyuluh perikanan dan UPTD setempat yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan.

Melalui kolaborasi tersebut, pengolahan ikan sapu-sapu diharapkan dapat berkembang menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat keterampilan dan kemandirian ekonomi nelayan Salomate.

Keberlanjutan program selanjutnya bergantung pada konsistensi praktik produksi, perawatan peralatan, serta evaluasi kualitas dan biaya agar pengembangan usaha dapat dilakukan secara bertahap dan terukur. (adv)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Anggota Komisi III Minta Mabes Polri Usut Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo: Jangan Abaikan Prosedur
• 18 jam lalu
0
thumb
Rahayu Saraswati Ingatkan Pengusaha: AI Jangan Sampai Hilangkan Lapangan Kerja
• 2 jam lalu
0
thumb
Otorita IKN Selidiki Dugaan Pembakaran Lahan di Tahura Bukit Soeharto
• 17 menit lalu
0
thumb
Utang Fasilitas Hilir Freeport Tembus Rp58,71 Triliun, Ini Rinciannya
• 1 jam lalu
0
thumb
BRI Super League: Borneo FC Bidik Dua Kemenangan di Yogyakarta, PSIM Jadi Sasaran Berikutnya
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.