Asap Gunung Anak Krakatau Capai 200 Meter, Status Masih Siaga Level III

rctiplus.com
5 jam lalu
Cover Berita
Asap Gunung Anak Krakatau Capai 200 Meter, Status Masih Siaga Level IIINasional | okezone | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:14

JAKARTA - Asap kawah Gunung Anak Krakatau di wilayah Lampung Selatan, Lampung, teramati mencapai ketinggian 200 meter di atas puncak pada Sabtu (31/10/2026). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan gunung tersebut masih berstatus Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan pengamatan PVMBG pada periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, asap kawah terpantau berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal. Secara visual, gunung terlihat jelas sebelum tertutup kabut.

“Teramati asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 50-200 m di atas puncak kawah,” tulis PVMBG dalam laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Sabtu (31/10/2026).

Dari sisi kegempaan, PVMBG mencatat tiga kali gempa hembusan dengan amplitudo 28-43 milimeter dan durasi 25-167 detik. Selain itu, terekam tremor menerus atau microtremor dengan amplitudo 2-23 milimeter dan amplitudo dominan 5 milimeter.

Baca Juga:Geser Djamari Chaniago, Dudung Abdurachman Dilantik Jadi Menko Polkam

PVMBG menyebut aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau masih berfluktuasi dan didominasi tremor menerus. Hingga saat ini, status aktivitas gunung tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

 

Seiring dengan kondisi tersebut, PVMBG meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

“Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau,” demikian rekomendasi PVMBG.

Masyarakat juga dilarang memasuki wilayah dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau.

PVMBG turut mengingatkan adanya sejumlah potensi bahaya yang perlu diwaspadai, antara lain lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, hingga erupsi sekunder.

Erupsi sekunder tersebut berpotensi terjadi akibat kontak panas lava dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

Baca Juga:Kulonprogo Geger! Nelayan Temukan Mayat Pria Tanpa Identitas di Pantai Garongan

“Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau,” tulis PVMBG.

 

Sementara itu, masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung diminta tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang menyebut aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau akan menyebabkan tsunami.

PVMBG mengimbau masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dengan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

“Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat,” demikian imbauan PVMBG.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengendalian Karhutla Diperkuat melalui Pengawasan dan Penegakan Hukum
• 14 jam lalu
0
thumb
Putusan MA Soal Dokumen Pendidikan, Jabatan Gibran sebagai Wapres Tak Terganggu
• 12 jam lalu
0
thumb
4 Aplikasi Trading Kripto Global di Indonesia yang Resmi Diawasi OJK
• 4 jam lalu
0
thumb
Prabowo Ingin SMA Tarnus Cimahi Cetak Pemimpin Jujur dan Cinta Tanah Air
• 17 jam lalu
0
thumb
Jadwal Pelajaran dan Profil Lengkap Guru di Sakura School Simulator
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.