Ketegasan Kapolri Berantas Narkoba dan Judol Upaya Lindungi Masyarakat

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ketegasan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberantas peredaran narkoba dan judi online (judol) di berbagai daerah. Kedua kejahatan itu dinilai menimbulkan berbagai persoalan sosial, moral, hingga tindak kriminal di tengah masyarakat.

“Indonesia harus dibebaskan dari belenggu narkoba dan judol. Sudah banyak kerusakan moral bahkan menelan banyak korban akibat narkoba dan judol tersebut,” ujar Ketua Mahkamah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Erfandi, melalui keterangan tertulis, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Erfandi menilai, langkah tegas kepolisian dalam menindak pengedar dan bandar narkoba, termasuk operator judol, merupakan upaya penting untuk melindungi masyarakat sekaligus menjaga masa depan generasi bangsa.

“Oleh karena itu, kami sebagai partai Islam mendukung penuh dan mengapresiasi setinggi-tingginya langkah Kapolri yang berani menindak tegas pengedar dan bandar narkoba, termasuk para operator judol tanpa ampun,” ungkap Erfandi.
 

Baca Juga :

Sinergi Komdigi dan Polri Perketat Keamanan Digital

Erfandi menegaskan, tidak boleh ada kompromi terhadap peredaran narkoba maupun judol. Menurut dia, kedua persoalan tersebut bukan hanya berkaitan dengan pelanggaran hukum, tetapi juga berdampak terhadap moral, ketahanan keluarga, dan masa depan generasi muda.

“Kita tidak boleh kompromi dengan dua penyakit tersebut karena taruhannya masa depan bangsa ini,” tegas Erfandi.

Lebih lanjut, Erfandi mengatakan Mahkamah Partai PPP ke depan tidak hanya berfokus pada persoalan hukum internal partai. Mahkamah Partai, menurutnya, juga perlu mengambil peran dalam merespons berbagai persoalan etik, moral, dan akhlak yang berkembang di tengah masyarakat.


Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

“Mahkamah PPP ke depan tidak hanya mengurusi persoalan hukum saja, tetapi juga harus berperan terhadap berbagai problematika etik, moral, dan akhlak yang terjadi, baik dalam internal partai maupun bangsa ini,” jelas Erfandi.

Dia juga menyoroti dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan judol. Selain berpotensi mengganggu perekonomian, aktivitas permainan haram tersebut dapat menjadi pemicu munculnya berbagai tindak pidana lainnya.

“Judol juga bisa menjadi pemicu munculnya tindak pidana lain seperti pencurian, pembunuhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan begal jalanan,” ujar Erfandi.

“Terakhir, kami juga mendorong jajaran kepolisian untuk terus melaksanakan operasi tersebut hingga ke daerah-daerah perbatasan dan negara tetangga agar benar-benar terealisasi kedaulatan negara sesuai program Presiden Prabowo saat ini,” imbuh Erfandi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Samudra Indonesia Optimistis Kinerja Perusahaan Bakal Lampaui Prediksi di Awal 2026
• 19 jam lalu
0
thumb
Pusat grosir elektronik Shenzhen kian mengglobal jelang KTT APEC
• 8 jam lalu
0
thumb
Dari Perawatan Rambut hingga Mesin Kopi, TEN dan Simplus Dukung Gaya Hidup Praktis
• 17 jam lalu
0
thumb
11 Drakor Terbaru November 2026 dan Ada yang Tayang di Netflix
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemotor Wanita di Bogor Tewas Tertabrak Truk
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.