Samudra Indonesia Optimistis Kinerja Perusahaan Bakal Lampaui Prediksi di Awal 2026

medcom.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) optimistis mampu menutup 2026 dengan kinerja lebih baik dari target yang telah ditetapkan pada awal tahun. Keyakinan tersebut didukung pencapaian bisnis hingga September 2026 yang melampaui perencanaan awal di tengah berbagai tantangan industri pelayaran global.

 

Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia menilai ketahanan bisnis perseroan tetap terjaga meskipun industri pelayaran menghadapi dinamika geopolitik, gangguan operasional, serta peningkatan sejumlah komponen biaya.

 

Baca Juga :

Samudera Indonesia Bukukan Pertumbuhan Kinerja di Semester I-2026, Bagikan Dividen Rp40,9 Miliar
 

“Memasuki dua bulan terakhir 2026, kami melihat bisnis pelayaran tetap menunjukkan kinerja yang baik. Berbagai dinamika dan gangguan, termasuk perkembangan geopolitik global serta sejumlah kejadian di wilayah operasional, tidak membuat volume bisnis kami terganggu. Meskipun terdapat kenaikan biaya dan berbagai hambatan operasional, pencapaian hingga September relatif baik. Alhamdulillah, kami bersyukur dapat merespons kondisi geopolitik global maupun dinamika di tempat kami beroperasi dengan cukup baik,” tegas dia dalam paparanya. 

 

Hingga kuartal III-2026, SMDR berhasil membukukan laba bersih sebesar USD50,9 juta atau sekitar Rp923,6 miliar. Angka tersebut tumbuh 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD43,08 juta.

 

Kinerja positif juga terlihat dari pendapatan perseroan yang mencapai USD647,4 juta hingga September 2026. Realisasi tersebut meningkat dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu sebesar USD571,55 juta. Dari sisi profitabilitas operasional, EBITDA SMDR tercatat sebesar USD205 juta, sedangkan laba usaha mencapai USD75,4 juta. Capaian EBITDA tersebut meningkat dari posisi semester I-2026 yang sebesar USD132,8 juta.

 

Bani menjelaskan, berbagai gejolak geopolitik internasional sejauh ini belum mengganggu volume bisnis perseroan. Permintaan jasa angkutan kapal juga masih terjaga sehingga perusahaan dapat mempertahankan kinerja di tengah tekanan biaya operasional.

 

Mengenai kenaikan harga bahan bakar dia mengatakan kenaikan harga minyak yang  cukup tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu cukup memengaruhi harga bahan bakar untuk operasional kapal. Namun demikian, pengelolaan biaya sejauh ini masih dapat dikendalikan. Kenaikan biaya tersebut juga dapat diteruskan kepada pelanggan dan tidak memengaruhi permintaan maupun tingkat keterisian kapasitas kapal.

 

“Jadi, dampak kenaikan harga bahan bakar memang memberikan tekanan lebih besar terhadap biaya operasional, tetapi masih bisa kami kelola,” tegas dia. 

 

Kondisi tersebut menjadi modal bagi SMDR untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Perseroan masih memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mengoptimalkan pencapaian bisnis sebelum menutup laporan keuangan 2026.

  SMDR Perkuat Kapasitas Armada  

Selain mempertahankan kinerja operasional, Samudera Indonesia juga menyiapkan ekspansi kapasitas untuk menangkap peluang pertumbuhan industri pelayaran. Hal ini untuk menghadapi salah satu tantangan yang dihadapi perusahaan saat ini adalah tingginya permintaan jasa angkutan yang bahkan telah melampaui kapasitas armada tersedia. Karena itu, penambahan kapal menjadi bagian penting dari strategi pengembangan bisnis perseroan.

 

SMDR telah menandatangani lima kontrak pengadaan kapal baru yang saat ini sedang dibangun di Tiongkok. Armada tersebut terdiri atas tiga kapal peti kemas dan dua kapal tanker yang nantinya akan memperkuat layanan domestik maupun internasional.

 

Di luar lima kapal tersebut, perseroan juga tengah memfinalisasi pengadaan empat unit kapal tambahan. Dua di antaranya masih dalam tahap negosiasi. Dengan demikian, terdapat sembilan kapal baru yang sedang dipersiapkan untuk memperkuat kapasitas armada perusahaan.

 

Pengembangan kapasitas juga dilakukan melalui investasi peralatan bongkar muat di terminal peti kemas Patimban yang dioperasikan bersama mitra usaha. Peralatan baru tersebut dijadwalkan tiba dalam waktu dekat untuk mendukung peningkatan aktivitas terminal.

 

Sejalan dengan itu, SMDR terus memperluas jangkauan bisnis internasional. Perseroan telah mengembangkan kembali operasional di Eropa dalam setahun terakhir sebagai bagian dari upaya memperluas pasar di luar kawasan Asia. “Namun, ekspansi internasional tersebut juga menghadirkan tantangan tersendiri, terutama terkait kenaikan harga bahan bakar dan biaya kepatuhan terhadap regulasi lingkungan di Eropa,” tegas dia.

 

Dengan dukungan permintaan angkutan yang masih tinggi, penambahan armada, serta pengembangan pasar internasional, Samudera Indonesia melihat peluang pertumbuhan bisnis pada 2027 tetap terbuka.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin Samudra Indonesia Optimistis Kinerja Perusahaan Bakal Lampaui Prediksi di Awal 2026 Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/ob3yjLPK-samudra-indonesia-optimistis-kinerja-perusahaan-bakal-lampaui-prediksi-di-awal-2026

(SAW)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cara Naik MRT Jakarta Pakai Kartu Kredit BCA, Begini Langkahnya
• 6 jam lalu
0
thumb
BRI Fasilitasi Bonus 219 Atlet Asian Games dan Para Games
• 23 jam lalu
0
thumb
Anak Usaha BIKE Kantongi Proyek PLTMG Senilai Rp3,8 Triliun
• 1 jam lalu
0
thumb
Jakarta One Running Series 2026: Ajak Masyarakat Menikmati Kota Jakarta lewat Satu Langkah
• 21 jam lalu
0
thumb
DPRK temukan harga TBS di Aceh Jaya di bawah ketetapan pemerintah
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.