Liputan6.com, Jakarta - Panggung aksi mahasiswa di jalanan, kembali menghadirkan sosok yang mencuri perhatian publik maya. Setelah Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menjadi perbincangan lewat orasinya, kini giliran Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Zahra Nazira Firman, yang menarik perhatian.
Dalam aksi di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026), sehari setelah peringatan Sumpah Pemuda, Zahra berdiri di atas mobil komando dan memimpin rekan-rekannya melafalkan ikrar sumpah mahasiswa.
Advertisement
Saat diwawancarai, ia membeberkan pokok mendasar yang menjadi pemantik aksi mereka di jalanan.
"Tiga tuntutan rakyat yang kami bawa itu adalah pulihkan ekologi, ekonomi, pendidikan, dan juga kesehatan nasional. Lalu yang kedua adalah hilangkan pejabat-pejabat yang merangkap dua jabatan, serta yang ketiga supremasi sipil," kata Zahra.
Dia menyebut, sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi merupakan hak dasar warga negara yang semestinya dijamin penuh oleh negara tanpa harus ditagih berulang kali di jalanan.
"Ini adalah salah satu hal dasar yang seharusnya didapatkan sebagai masyarakat Indonesia ataupun kita sebagai rakyat. Kita memiliki hak-hak tersebut yang sudah. Itu dijamin oleh UUD 1945 dan tidak perlu kita tagih," ungkap Zahra.
Zahra menyoroti bagaimana ketimpangan dan krisis ekologis di berbagai wilayah Indonesia kerap luput dari perhatian serius pemerintah.
"Kami tidak mengatakan bahwasanya pejabat tida kerja, pejabat tidak melakukan apapun," kata dia.





Komentar (0)