Beli Mobil Listrik Honda Super One Harus Inden Setahun

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Honda Prospect Motors (HPM) membukukan pemesanan mobil listrik (EV) Honda Super One di Indonesia mencapai sekitar 190 unit. Kuota untuk pasar domestik masih dibatasi hanya 100 unit, konsumen yang ingin melakukan pemesanan harus inden sampai tahun 2027.

Sales & Marketing and After Sales Director PT HPM, Yusak Billy, mengatakan bahwa ada sekitar 80 unit Honda Super One yang sudah dikirim ke konsumen. Pihaknya menargetkan total pengiriman 100 unit di tahun 2026 rampung pada November mendatang.

"Super One itu pemesanan sekitar 200 unit, sekitar 190 something. Kuota tahun ini memang 100 unit dan setiap tahun masih sama karena di Jepang permintaannya masih banyak banget," kata Billy saat ditemui Alam Sutera, Tangerang, Kamis (29/10).

Sebelumnya, PT HPM telah mengumumkan kuota mobil setrum mungil itu memang sangat terbatas. Super One sendiri langsung ludes dipesan sebelum harga resminya diumumkan pada Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 lalu.

Mobil tersebut dibanderol seharga Rp 438 juta On The Road (OTR) Jakarta. Super One dipasarkan dalam tiga varian warna, yaitu Crystal Black Pearl, Luminos Grey, dan warna khusus Boost Violet Pearl.

Setiap pembelian sudah termasuk garansi kendaraan selama tiga tahun (100 ribu kilometer), garansi baterai hingga delapan tahun (160 ribu kilometer), serta portable charger.

"Kami sedang koordinasikan dengan prinsipal Jepang agar masa tunggunya jangan sampai setahun. Konsumen yang sudah beli sekarang jangan sampai masa tunggunya hingga tahun 2028," lanjut Billy.

Ia mengatakan, bila konsumen ingin melakukan pemesanan di tahun ini akan mendapatkan unit mulai tahun 2027. Hingga kini, pihaknya juga belum membahas rencana kenaikan untuk harga mobil tersebut.

Adapun, Honda membekali Super One dengan konsep Pocket Rocket untuk menghadirkan sensasi berkendara yang lebih interaktif. Hal ini didukung fitur BOOST Mode dan Simulated 7-Speed Gear Shift yang memberikan sensasi perpindahan gigi layaknya mobil konvensional.

Pengalaman berkendara turut didukung Active Sound Control, sistem audio premium BOSE, serta Triple Meter Display. Berbagai fitur tersebut dipadukan dengan pendekatan human-centered yang diklaim mampu memperkuat koneksi antara pengemudi dan kendaraan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Letda AG Jadi Tersangka Kematian Tentara, Kualifikasi Komando & Antiterornya Dicabut
• 17 jam lalu
0
thumb
UMKM Kuliner Punya Peluang Jangkau 42 Juta Konsumen, Ini Strategi Bank Mandiri Lewat Livin’ Food
• 18 jam lalu
0
thumb
Hasil Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Asapi Marquez dan Bezzecchi, Pedro Acosta Raih kemenangan di Sirkuit Sepang
• 44 menit lalu
0
thumb
Syahrini Ngaku Culture Shock Usai Dinikahi Reino Barack, Ungkap Kebiasaan Unik Suami hingga Mertuanya: Bukan Duniaku
• 2 jam lalu
0
thumb
WN India Dideportasi Dari Bali Usai Tertangkap Punya 2 Paspor Dengan Identitas Beda
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.